Mahasiswi Unika Luncurkan Game ”Happy Sibling”
Selasa, 10 Mei 2016 | 10:13 WIB

SM 04_05_2016 Mahasiswi Unika Luncurkan Game-Happy SiblingSEMARANG – Mahasiswi Game Technology Unika Soegijapranata Semarang, Nathasia Austin Wijaya, baru-baru ini meluncurkan permainan digital yang diberi nama ”Happy Sibling”.

Game yang dijalankan melalui gawai berbasis Android ini dihasilkan untuk mengatasi perselisihan saudara atau sibling rivalry. Ide permainan ini sebetulnya diawali dari keresahan pribadi pembuat yang memiliki dua adik dan selalu diminta mengalah.

”Saya punya dua adik dan sering mengalami perselisihan. Dari hasil penelitian yang saya lakukan ketika menyusun skripsi, ternyata sebagian besar keluarga dengan anak lebih dari satu, pasti pernah mengalami perselisihan antarsaudara,” katanya. Nathasia merasa perlunya media untuk membantu anak-anak dalam memahami dan mengatasi perselisihan saudara yang mereka alami.

Dalam permainan yang diperuntukkan bagi anak usia tujuh hingga 10 tahun ini, berbagai permasalahan sehari-hari antara kakak dan adik akan ditemui. Pemain diminta untuk menyikapi permasalahan yang dimunculkan dalam permainan. Jika berhasil, maka permainan akan masuk ke tahapan berikutnya. Nathasia menyediakan aplikasi ini gratis di Google Play Store, sehingga setiap orang tua dapat mengunduh dan mencobanya untuk dimainkan anak-anak.

Ketika menyusun permainan ini, Nathasia mendapat bimbingan dari dosen Game Technology dan Psikologi Unika Soegijapranata. Karena itu, diharapkan berbagai kasus yang dimunculkan dalam permainan tersebut dapat sesuai dengan sasaran.

”Dengan game Happy Sibling semoga dapat membantu anak dan orang tua dalam memahami dan mengatasi konflik-konflik antarsaudara,” kata Nathasia.

Ketua Program Studi Sistem Informasi & Game Technology, Brenda Chandrawati MT dalam rilis kepada Suara Merdeka mengatakan, pihaknya mengapresiasi karya-karya multidisiplin yang dihasilkan mahasiswa dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di sekitarnya. Ia meyakini akan semakin banyak permainan dari skripsi mahasiswa yang dapat dinikmati masyarakat, bukan sebagai kesenangan, tetapi bagian dari edukasi dan pemecahan masalah. (D9-37) (SM 04/05/2016, hal. 22)

Kategori: