Folklore dari Gratia Unika Memukau
Selasa, 31 Mei 2016 | 11:37 WIB

WWS 31_31_05_2016 Folklore dari Gratia Unika MemukauBENDHAN DHUWUR – Tembang tarian Kembang Janger mengalun rancak dalam perayaan 25 tahun Unit Kegiatan Ma hasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa Unika Soegijapranata Gratia Choir, di Auditorium Gedung Albertus lantai 3, Kampus Unika Bendan Dhuwur, Sabtu (28/5) lalu.

Dalam konser bertajuk ‘’Melodi Gratia untuk Indonesia’‘ tersebut, nyanyian khas tari Janger Ba li mampu dibawakan dengan apik. Tari Janger merupakan sebuah kesenian tembang bersahutan oleh sekelompok mudamu di kaum wanita (Janger) dengan kelompok pria (Kecak).

Sambil bernyanyi dan menari, mereka saling bersahutan mengucapkan syair kisah-kisah asmara. Lagu Sabda Alam, Hitam Manis, Simfoni Raya Indonesia hingga Doa Anak Negeri, juga turut dibawakan dengan menarik dan atraktif.

Pada konser ini, turut ditampilkan juga Paduan Suara Angelus Voice dari SD PL Bernardus Semarang, dilatih oleh pelatih yang sama, yakni Alfonso Andika Wiratama, merupakan alumni Fakultas Psikologi Unika. Uniknya, konser yang dihadiri kurang lebih 500 penonton ini dituntun dalang, selayaknya pagelaran wayang kulit.

“Kami ingin mengangkat kebudayaan khas Indonesia, dan menceritakan mengenai lagu-lagu yang kita bawakan, maka kita memilih wayang kulit dan
dalang sebagai penjembatan antar lagu sehingga kami tidak menggunakan MC,“ ujar Ketua Konser 25th Gratia, Rosa Xena.

Ditambahkan, konser tersebut sekaligus sebagai pemanasan untuk ajang lomba Singapore In ternational Choir Festival (SICF) pada bulan Agustus yang akan datang.

Di satu sisi, jika berbicara mengenai prestasi, ada berbagai kejuaraan yang sudah disabet di antaranya medali emas kategori Folklore pada PESPARAWI X, medali perak di ajang FPS ITB kategori mix Chois dan kategori Female.

Rektor Unika Soegijapranata, Prof Dr Ir Yohanes Budi Widianarko, menambahkan, paduan suara Gratia selayaknya alunan musik yang dapat memberikan arti makna hidup. ■ (Wawasan 31 Mei 2016, hal. 20)

Kategori: