Adu Canggih Robot Rakitan
Kamis, 19 Mei 2016 | 11:16 WIB

ADU CANGGIH: Dua orang peserta tampak serius saat mengamati robot mereka dalam lomba ”Robo-Vaganza 2016” yang digelar di Unika SoegijapranataSEMARANG – Belasan robot karya siswa SD, SMP, SMA dan umum se-Jateng dan DIJ saling beradu dalam kompetisi ”Robo-Vaganza 2016” yang diadakan di gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata, Rabu (18/5). Belasan robot ini beradu ketangkasan melewati garis hitam dalam kelas robot line follower programmable.

Ketua panitia acara, Danu Akbar menjelaskan lomba diikuti 16 tim yang berasal dari kelas small dan big. Untuk kelas big, hanya boleh diikuti pelajar SMA ataupun universitas. Sementara kelas small diikuti siswa SD dan SMP. ”Untuk kelas small diikuti empat tim. Sementara kelas big diikuti 12 tim yang berasal dari Jateng dan DIJ,” katanya.

Robot line follower sendiri, kata dia telah berbasis digital dan dibagi menjadi dua jenis yakni analog dan full digital. Robot jenis ini sendiri, cukup sederhana karena berjalan dengan program dan sensor untuk mengikuti track atau garis. Dalam perkembangannya, robot jenis ini bisa digunakan untuk membantu kinerja manusia misalnya sebagai robot pemadam kebakaran.

”Kalau disempurnakan lagi bisa menjadi robot pemadam, penjinak bom dan masih banyak lagi. Perkembangan robot di kota Semarang sekarang cukup bagus dan berkembang pesat. Bahkan saat ini anak-anak SD pun sudah mulai belajar membuat robot,” tuturnya.

Menurutnya kualitas robot di Semarang yang dihasilkan tidak kalah dengan kota lain. Untuk pemenang lomba selain ketepatan dan kecepatan dalam melintasi rintangan, desain robot yang dibuat pun menjadi penilaian tersendiri bagi dewan juri. ”Kita tidak kalah dengan yang lain, dengan kegiatan semacam ini, nantinya akan menjadi tren. Itulah yang bisa membuat robot asal Semarang maju,” jelasnya

Sementara itu, peserta dari SMP Domenico Savio Semarang, mencoba peruntungan dengan membuat robot yang dirakit dari lego. Untuk membuat robot yang diberi nama EVT itu tidak begitu sulit dalam program. Kesulitan yang ditemui dua orang siswa kelas 7, yakni Samuel Cahyo Pramundito dan Gabriel Nesta Putra Santoso malah terjadi saat perakitan. ”Sebelumnya dirakit dulu dan sering mengalami trial and error. Lomba ini juga digunakan sebagai uji coba dan unjuk kemampuan. Ke depannya robot ini akan disempurnakan lagi,” tuturnya.

Tautan : http://www.radarsemarang.com

Kategori: