Vebrian Yogaputra: Feel what you play, play what you feel
Jumat, 29 April 2016 | 9:23 WIB

Vebrian YogaMungkin menurut sebagian orang, berkuliah sambil bekerja merupakan dua aktifitas yang sangat sulit untuk dijalani. Mahasiswa seringkali dilema karena dihadapkan pada dunia kerja yang menawarkan gaji yang berlipat ganda dengan kewajiban sebagai mahasiswa yaitu belajar. Kebanyakan orang menganggap jika sudah terjun dalam dunia kerja, maka kegiatan perkuliahan menjadi terbengkalai. Namun Josaphat Vebrian Yogaputra, Wisudawan Terbaik periode 1 Tahun 2016 dari Fakultas Psikologi ini berhasil mematahkan anggapan tersebut. Meskipun menekuni pekerjaan sebagai Barista di suatu kafe terkemuka di Indonesia, ia tetap tak mengabaikan kuliahnya.

          Pria kelahiran 12 November 1992 tersebut  tetap bisa berprestasi walaupun sering berkegiatan diluar kampus maupun bekerja. Seperti contohnya, Pria yang akrab disapa Rian ini pernah mengikuti kegiatan SALT ( Soegijapranata Advance Leadership Training). Prestasi yang tak kalah membanggakan adalah ketika mengikuti kegiatan LIMUN (London International Model United Nations) mewakili Unika Soegijapranata dan bergabung dengan AIESEC Universitas Diponegoro. Selain itu, ia juga aktif di kegiatan UKM Fakultas seperti Sunrice (student training centre) dan Psychovocustic, kegiatan-kegiatan BEM Fakultas.

          Pemilik Skripsi yang berjudul Work-Life Balance ditinjau dari kelelahan kerja dan kepuasan kerja karyawan ini mengemukakan alasannya mengapa ia memilih judul skripsi tersebut,

          “ Saya terinspirasi dari mata kuliah PIO (Psikologi Industri dan Organisasi) yang dibawakan oleh Bu Kristiana mengenai Work-Life Balance yang sangat jarang diangkat dalam skripsi para mahasiswa dan tema Work Life Balance ini sangat unik dan penelitian mayoritas terdapat di luar negeri dan jarang di Indonesia. Karena saya suka dengan keunikan tersebut saya memilih judul ini. Selain itu, karena pengalaman kerja pula. Work Life Balance ini berusaha untuk menyeimbangkan antara kehidupan kerja dengan kehidupan di luar. Saya juga mengalami bagaimana rasanya lembur, gaji tidak dibayarkan, dan merasakan ketidaknyamanannya. Harapan saya mungkin supaya perusahaan dapat mengerti bahwa setiap karyawan perlu menyeimbangkan kedua hal tersebut agar kinerjanya maksimal” jelasnya

          Walaupun mendapat predikat wisudawan terbaik, namun hasilnya tidak mengkhianati usaha. Mengalami kesulitan mencari judul, dalam proses bimbingan bersama dosen dan dalam memilih jurnal yang tepat untuk skripsinya, alumnus SMA Negeri 1 Muntilan ini berhasil bertahan dalam kesukaran tersebut berkat adanya pegangan dalam prinsip hidupnya yang diambil dari kata-kata Musisi Barry Likumahuwa,

          “ Feel what you play, Play what you feel. Jika kamu sangat menyukai dunia tersebut, maka tekunilah. Karena semua yang diawali dengan ketekunan serta semangat pasti menghasilkan yang terbaik.”

          Selain memberikan sepatah kata mengenai kata mutiara dalam hidupnya, pria berperawakan tinggi dan berjambang ini juga memberikan pesan dan saran kepada para mahasiswa dalam mengerjakan skripsinya.

          “ Skripsi bukanlah hal yang harus ditakuti. Setiap orang pasti pernah melewati suatu ujian, entah ujian dalam kehidupan ataupun dalam dunia pendidikan. Rasakan saja dinamika dalam mengerjakan skripsi. Hambatan memang ada, namun seberapa besarnya niat dan itikad kita dalam mengerjakan skripsi tersebut. Mengerjakan skripsi tidak harus memiliki tingkat kecerdasan yang lebih. Yang diperlukan adalah niat serta mau berusaha tanpa pantang menyerah. Cintai apa yang telah kamu pilih dan lakukan semua step dari proses yang telah” tandasnya.(Ign)

Kategori: ,