Unika Didorong Menuju Klaster Mandiri
Jumat, 29 April 2016 | 8:45 WIB

WWS 29_04_2016 Unika didorong menuju klaster mandiriSEMARANG – Ada beberapa kriteria yang menjadi komponen evaluasi kinerja Perguruan Tinggi (PT) berbasis penelitian, yaitu sumber daya penelitian sebanyak 30 persen, manajemen penelitian (15 persen), output penelitian (50 persen), dan revenue generating (5%). Selain itu, beasiswa penelitian dapat diikuti oleh dosen untuk peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.

"Ada beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh Dikti, yakni dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Untuk dalam negeri beasiswa berasal dari LPDP- Kemenkeu, sedangkan dari luar negeri berasal dari International Foundation Of Science (1FS-Swedia), Indonesian Torray Science Foundation (1TSF) dan Uni-Eropa Project," papar Ex-Atase kebudayaan Kedutaan Besar Indonesia untuk Thailand Prof Dr sc Agr Ir Didik Sulistyanto, dalam seminar "Tips & Tricks to Win Grants From ASEAN Countries" di Ruang Hijau Gedung Mikael Lantai 3 Unika Bendan Dhuwur Semarang, Kamis (28/4).

Selain itu juga ada Horizon 2020 yakni program yang ditawarkan oleh Uni Eropa, untuk penelitian dan inovasi dalam ilmu pengetahuan. Untuk program ini, ada tiga prioritas utama yakni Excellence Science, Industrial Leadership dan Societal Challenges. " Ada pula beasiswa Marie Sklodowska Curie Actions, yang juga berasal dari Eropa" tuturnya.

Selain beasiswa untuk penelitian, beasiswa ini juga menawarkan pengembangan karir bagi peneliti. Namun dalam penelitiannya, seorang peneliti yang berasal dari ASEAN harus bekerjasama dengan peneliti dari negara-negara Eropa.

Disatu sisi, dirinya juga melihat potensi Unika dalam bidang penelitian. "Sekarang Unika sudah menjadi perguruan tinggi swasta yang berada di klaster A (Unggulan) dan saya percaya dapat meningkat lagi menjadi level Mandiri. Salah satu caranya dengan meningkatkan sumber daya penelitian," pungkasnya. rix-jie  (wawasan |Jumat Wage, 29 April 2016 | hal. 11)

Kategori: