Tumbuhan Akar-akaran Menarik Minat Mahasiswa Asing
Rabu, 6 April 2016 | 10:35 WIB

WWS 06_04_2016

Beragam tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan, kulit dan batang serta buah dikenal memiliki khasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Bentuk pengolahan berbagai tanaman herbal tersebut kemudian dikenal dengan jamu.

SEBAGAI produk herbal asli Indonesia, jamu mampu menarik minat dunia, termasuk para mahasiswa asing yang tengah menuntut ilmu di Indonesia. Salah satunya, tercermin dari minat yang ditunjukan sepuluh mahasiswa Darmasiswa di Unika Soegijapranata, yang berasal dari Jerman, Yaman, Slovakia, Hungaria, Jepang, Timor Leste, Papua Nugini, Ukraina, dan Laos. Mereka tampak antusias mengikuti demo pembuatan permen dengan bahan dasar beras kencur, yang digelar di laboratorium pangan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Kampus Unika Bendan Dhuwur, kemarin.

Beras kencur selama ini dikenal mampu memberikan kemanfaatan untuk kesehatan tubuh, antara lain mengurangi rasa sakit dengan kandungan minyak atsiri yang bersifat seperti zat analgesic, mengurangi rasa pegal dan capek pada tubuh setelah beraktifitas, untuk menambah stamina hingga menambah nafsu makan untuk anak.

"Demo pembuatan permen dan es krim ini merupakan bagian dari program Indonesian Traditional Herbal Medicine,yang diikuti oleh para Darmasiswa. Program ini merupakan satu-satunya program Darmasiswa di Indonesia yang menawarkan untuk belajar mengenai jamu," papar Direktur International Office Unika Soegijapranata, Dr Ekawati Marhaenny Dukut MHum, Selasa (5/4).

Ada dua varian permen beras kencur yang dibuat , yakni permen jeli yang dibalut dengan taburan kacang dan gala, serta permen kristal. Mereka juga diajak untuk membuat permen beras kencur, namun juga membuat es krim dari ek-strak kulit buah manggis.

Dekan FTP Unika Dr Victoria Kristina Ananingsih ST MSc menuturkan, program Indonesian Traditional Herbal Medicine selain mengajarkan pembuatan dan pengolahan jamu, juga mengkreasikan makanan atau minuman berbahan dasar jamu. "Kreasi-kreasi yang telah dibuat nantinya akan dibukukan dan menjadi hasil karya para Darmasiswa sehingga dapat menjadi laporan atas segala kegiatan," ungkap Victoria. (rix-Ks – WWS, 6/4/2016)

Kategori: