Sarasehan Antonius: Satu Atap, Satu Hati
Senin, 25 April 2016 | 15:28 WIB

SarasehanDalam Unika Soegijapranata terdapat keunikan tersendiri di setiap gedungnya. Setiap gedung bisa dipergunakan untuk kuliah oleh 2 program studi, bahkan bisa lebih. Hal ini menjadi suatu keunikan tersendiri yang mungkin akan menjadi sebuah cerita indah didalamnya. Maka untuk mempererat rasa kekeluargaan, perlu adanya silaturahmi yang baik.

Khusus untuk Gedung Antonius yang dipergunakan oleh 2 keluarga besar yaitu Fakultas Psikologi dan Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) memanfaatkan momentum tersebut untuk menyatukan dan makin mempererat tali persaudaraan dalam keluarga besar Gedung Antonius dengan menyelenggarakan kegiatan sarasehan yang bertempat di Ruang 204 B pada hari Rabu (20/4).

Kegiatan sarasehan Antonius ini mengambil tema “Satu atap, Satu Hati, Antonius Yes”. Dengan tema tersebut diharapkan dapat memupuk semangat kebersamaan dalam memajukan gedung Antonius menjadi gedung yang bebas rokok.

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi, Dr. M. Sih Setija Utami, M.Kes bersama dengan Wakil dekan III Fakultas Psikologi, Indra Dwi Purnomo, S.Psi, M.Psi dan dari pihak Fakultas Hukum dan Komunikasi dihadiri oleh Benediktus Danang Setianto, SH., LL.M., MIL sebagai Dekan FHK bersama dengan Wakil Dekan Dr. Y. Budi Sarwo, SH., MH  serta Sek. Prodi Ilmu Hukum Rika Saraswati, SH.CN., M.Hum, Ph.D.

 

Gedung Antonius Bebas Asap Rokok

Selain bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahmi antar sesama warga Antonius, sarasehan ini ditujukan pula sebagai media diskusi yang memiliki maksud agar gedung Antonius dapat dijuluki sebagai gedung bebas asap rokok. Bertindak sebagai pembicara pertama adalah Dr. M. Sih Setija Utami atau sering dipanggil Bu Cicih, beliau menyampaikan alasan mengapa Fakultas Psikologi mewajibkan diri sebagai kawasan bebas asap rokok,

“Saya melihat bahwa kultur yang di angkat dalam Fakultas adalah Psikologi Kesehatan, namun pada kenyataannya masih ditemui beberapa dosen maupun mahasiswa yang sering merokok di dalam gedung Antonius. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan kultur Fakultas, maka kami bertekad untuk mengangkat kultur ini dengan melarang setiap dosen maupun mahasiswa untuk merokok di dalam gedung Antonius. Tentu saja pada awalnya menghadapi perdebatan, namun dalam penyampaian digunakan dengan cara sharing dan persuasive.”

Setelah menyampaikan alasan dan kiat-kiat mengenai Fakultas Psikologi sudah menerapkan Kawasan bebas Asap Rokok, Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi Benediktus Danang Setianto, LL.M atau sering dipanggil Pak Benny juga memberikan komentar mengenai hasil paparan dari Bu Cicih,

“Dulu, di FHK tidak ada kawasan bebas rokok. Namun seiring perkembangan sampai sekarang, kami menetapkan bagian pengajaran tidak boleh lagi adanya asap rokok. Mungkin di berbagai sudut ruangan selain di pengajaran masih sulit untuk menerapkan bebas rokok karena kami khawatir orang yang merokok menuntut haknya untuk merokok, tapi jika diteruskan seperti ini, akan mengancam hak-hak perokok pasif untuk bebas dari paparan asap rokok secara langsung. Ini sama seperti pisau bermata dua, disisi lain baik untuk satu pihak, namun di lain pihak juga ada yang dirugikan. Untung saja dari pihak Universitas juga mendorong adanya kawasan bebas asap rokok di Unika dengan membangun beberapa Ruangan kecil (Smoking Hut) di sekitar gedung Antonius, Albertus dan Yustinus yang di khususkan bagi para perokok, dan tak menutup kemungkinan bahwa tak hanya Gedung Antonius saja, namun seluruh Gedung di Unika dapat bebas dari asap rokok yang seharusnya tidak boleh ada di daerah tempat belajar” tandasnya. (Ign)

Kategori: ,