Peranan Aplikasi CBT dalam Psikoterapi Pecandu Narkoba
Senin, 18 April 2016 | 15:14 WIB

Kronik“Sekali anda mencoba narkoba maka anda tak akan pernah lepas darinya”. Salah satu slogan diatas menunjuk pada tingginya ketergantungan seseorang pada narkoba jika telah kecanduan. Ketika narkoba sudah menjadi sebuah kecanduan dan ketergantungan maka menghentikannya pun sulit.

Narkoba merupakan penyakit masyarakat yang sudah menyita perhatian publik. Perkembangan kasus narkoba mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Mengingat adanya peningkatan pecandu narkoba dan kurangnya penjelasan mengenai narkoba ini, maka Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata menggelar workshop mengenai Relapse Prevention Berbasis CBT.

Workshop ini digelar di Ruang Perpustakaan Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata Semarang dengan menghadirkan pembicara yang ahli, yakni. Dra. Riza Sarasvita, MSi, MHs, Phd selaku Director of Community-based Drug Treatment at National Narcotic Board (BNN)(16/4).

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan sebuah psikoterapi yang mulai banyak digunakan oleh para professional dan terapis dalam menghadapi berbagai persoalan-persoalan psikologis individual” ungkap Dra. Riza Sarasvita, MSi, MHs, Phd.

Aplikasi CBT ini meliputi konsep kognitif yang dirancang dengan prinsip dasar dari model kognitif. CBT ini memfokuskan untuk menolong klien yang memiliki ketergantungan agar tetap berada dalam keadaan abstinence dan sehat.

CBT ini menganjurkan seseorang untuk melihat diri sendiri dengan cara yang berbeda, yang nantinya akan berguna bagi kehidupannya sehari-hari.

“CBT berawal dari prinsip bahwa suatu masalah bukan disebabkan oleh situasi, tetapi dari bagaimana seseorang menginterpretasi masalah tersebut dalam pikirannya. Hal ini kemudian berpengaruh pada perasaan dan tindakannya”

“Umumnya CBT ini memiliki jangka waktu yang pendek. Kemudian CBT ini memiliki struktur yang jelas dan cenderung berfokus pada masalah yang dihadapi klien saat ini” ungkap Dra. Riza Sarasvita (WL)

Kategori: ,