Kenalkan Investasi sejak Dini
Selasa, 26 April 2016 | 18:24 WIB

Sahamiklim investasi yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia perlu dukungan dari semua pihak, baik kalangan pemerintah melalui departemen terkait maupun dari pihak swasta melalui lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Securities Company atau Investment Company serta lembaga terkait lainnya.

Hal yang sama, juga dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Unika Soegijapranata, telah mengenalkan budaya investasi kepada kaum muda terutama siswa SMA atau SMK dengan mengadakan Kompetisi Pasar Modal MURI 2016  tingkat SMA & SMK se-kotamadya Semarang, pada hari Jumat (22/4), bertempat di ruang CCPA , gedung Yustinus, Unika Soegijaparanata.

Dalam kompetisi tersebut turut hadir juga Stephanus Cahyanto Kristiadi dari Indonesia Stock Exchange (IDX) atau PIPM Cabang Semarang. “Fokus tugas kita memang di edukasi dan sosialisasi pasar modal, dan khusus untuk mahasiswa, kita ada beberapa galeri investasi di kurang lebih 14 perguruan tinggi di sepanjang pantura, termasuk yang ada di Unika Soegijapranata yang tertua. Kegiatan yang kita lakukan adalah seminar, workshop dan kompetisi yang bertujuan mengenalkan  dunia investasi sejak dini, sehingga setelah lulus  dan bekerja nanti para mahasiswa bisa menjadi investor muda yang cerdas dan mendapat keuntungan dari investasi” jelasnya.

“Sebenarnya pengetahuan tentang pasar modal sudah diterima oleh para siswa SMA sejak kelas 11, sehingga secara basic mereka sudah mendapatkan. Bahkan kami akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk bisa memberikan pengetahuan tentang investasi pasar modal melalui kurikulum sejak SD. Disamping itu indeks harga saham gabungan kita dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah naik 300 % lebih, sehingga ini peluang yang sangat baik untuk mengenalkan kepada para siswa maupun mahasiswa tentang investasi, dengan demikian mereka dapat mengetahui atau membedakan mana investasi yang benar dan yang tidak benar”imbuhnya.

“Target kita untuk tahun 2016 ini adalah adanya kenaikan jumlah investor dan jumlah transaksi” tandas Cahyanto.

Simulasi Pasar Modal

Dra. Tjandrajani Moeljopranoto sebagai guru pendamping siswa SMA Theresiana, juga menjelaskan “Kami sebagai pengajar yang mendampingi para siswa, sangat senang dengan adanya pengenalan pasar modal yang dilakukan oleh Unika dan IDX karena dapat menambah pengetahuan siswa diluar sekolah, bahkan kami berharap jika dimungkinkan kami bisa datang ke PIPM untuk melihat kinerja dan perangkatnya secara langsung,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan pula oleh Dra. Prihastuti Setyaningsih sebagai guru pendamping siswa SMA YSKI, “Sejak tahun 2011 kami sudah bekerja sama dengan PIPM kantor cabang Semarang, untuk memberikan tambahan wawasan pada para siswa YSKI secara praktik sehingga dapat menambah kecakapan hidup siswa. Dan tampaknya hal tersebut juga ditanggapi secara positif oleh para siswa, sehingga kadang para siswa datang ke PIPM untuk bertanya atau belajar secara langsung” tuturnya.

Lebih lanjut, Dr. Elizabeth Lucky Maretha sebagai kepala galeri investasi BEI FEB Unika, juga memberikan respon positif akan kebutuhan pengetahuan tentang saham di tingkat SMA, “Pada dasarnya di tingkat SMA sudah tidak ada simulasi pasar saham, bahkan di tingkat nasional juga demikian. Sehingga tidak banyak institusi yang memiliki program seperti yang dimiliki oleh galeri BEI Unika”ungkapnya.

“Di simulasi para siswa akan belajar atau berlatih tentang investasi dan membuat portofolio. Sehingga melalui alat-alat yang fundamental dan teknikal ini menjadi decision making untuk membuat portofolio. Disamping itu belajar investasi juga belajar tentang karakteristik pergerakan saham, karakteristik investor dan juga manajemen resiko”tambahnya.

Dalam kompetisi pasar modal MURI 2016 ini, berhasil meraih juara I dan II dari siswa SMA YSKI dan juara III dari SMA Theresiana. (Fys)

Kategori: