GLADI ROHANI UNIKA 2016 – Gereja Membutuhkan Kreatifitas Kaum Muda
Senin, 25 April 2016 | 13:08 WIB

Semangat, salah satu kelompok bersemangat meneriakan yel-yelnyaMana semangatnya? Iniiii….Manaaa semangatnyaaaa??? Iniiiiiiiii….. Kalimat-kalimat itu berkali-kali terdengar di aula Wisma Santi Dharma Godean, Yogyakarta. Suara MC dengan peserta Gladi Rohani VII saling bersahut-sahutan. Gladi Rohani OMK Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, Jumat-Minggu (15-17/4).

Dengan mengolah tema “Walk your talk with love and simplicity”, peserta diajak untuk mewujudkan kata-katanya dengan tindakan nyata. Hampir setiap sesi, peserta mengulang-ulang theme song Gladi Rohani dengan semangat: Walk your Talk / Jangan cuma bicara / Hanya konsep semata / Tanpa ada hasil nyata / Walk your talk / Lakukan semua dengan cinta / Cinta yang sederhana//.

Anthusiasme para peserta sangat terpancar dari raut wajah mereka selama acara ini berlangsung. Acara dikemas dalam beragam kegiatan menarik dan penuh makna. Ada pengenalan diri “Who am I?”, permenungan pribadi, berbagi makan malam, menulis surat cinta, meditasi alam, bekerja di pasar, refleksi, outbound, perayaan Ekaristi, dsb.

Sr Theresia D. Rosa N. Elsa CM mengajak peserta untuk mengenali diri sendiri dengan berbagai latihan. Penting untuk mengembangkan hidup yang penuh syukur. “Untuk menjadi pribadi yang bersyukur bisa dimulai dengan diri sendiri, hal-hal yang kecil, dan mulai dari saat ini. Waspadailah adanya nyamuk Malasria, virus flu Bengong, dan jangan terlalu hobi Ikatan Pelajar Santai”, tutur Sr Elsa.

Sukacita, peserta mengungkapkan kegembiraan setelah berhasil menghadapi tantangan dalam outboundSementara itu, Rama Yohanes Gunawan Pr mengajak peserta untuk mengolah dan merefleksikan pengalaman seharian bekerja di Pasar. Peserta bekerja di tiga pasar, yaitu di Pasar Ngijon, Godean, dan Kranggan. Ada yang ditolak pedagang sampai 4 kali, ada yang membantu penjual jamu, membantu berjualan soto, membantu di warung sembako, membantu pedagang bunga, dsb. Mereka makan siang dari kemurahan hati pedagang yang mereka bantu.

“Aksi di pasar dilakukan dalam rangka mewujudkan iman dalam tindakan nyata. Hidup adalah perjuangan. Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan”, tutur Rama Gunawan mengutip teks 2 Tes 3:10.

Dion, yang mendapat uang 35 ribu dari bekerja di warung soto, bersharing “Saya yang dulu sangat tertutup, menjadi pribadi yang berbeda setelah mengikuti acara Gladi Rohani ini. Saya sangat bersyukur karenanya. Saya menjadi lebih percaya diri.”

Dalam misa penutup, Rama Gunawan mengutip harapan Paus Fransiskus kepada kaum muda. “Pergilah, jangan takut, dan layanilah! Gereja membutuhkan kalian, semangat kalian, kreativitas kalian, dan sukacita kalian yang begitu khas. Maka, janganlah takut untuk bermurahhati bersama Kristus. Dia mengandalkan kalian! Paus mengandalkan kalian!”# CM

Mau lihat videonya silakan kunjungi : link ini

Lihat foto lainnya : link ini

Kategori: