FHK SIAPKAN KADER-KADER PEMIMPIN
Selasa, 19 April 2016 | 14:10 WIB

1460900633376“Bagaimana cara menjadi seorang leader yang baik?” Pertanyaan seperti ini yang sering terdengar di kalangan para pemimpin dalam suatu organisasi maupun kelompok lainnya.

Namun pertanyaan seperti itu tidak lagi menjadi pertanyaan yang sulit bagi mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi. Berkat Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat dasar (LKTD) semua terjawab dengan tuntas.

Kegiatan LKTD Fakultas Hukum dan Komunikasi ini dilaksanakan pada hari kamis sampai dengan sabtu (14/4-16/4). Bertempat di wisma Elika Bandungan, Jawa Tengah.

LKTD 2016 ini mengambil tema “Be Something Create Something.”

“Tujuan utama dari tema ini adalah, ketika kita menjadi sesuatu yg baru, otomatis kita akan menciptakan hal yang baru lagi. Nah ini yang ingin kita gali dan gali lagi, dengan harapan para peserta selesai kegiatan ini, bukan sekedar menjadi lebih baik, tapi menjadi LUAR BIASA dalam prestasi dan hidupnya” ucap Indra selaku Ketua Panitia LKTD 2016.

Bukan hanya itu, kegiatan ini juga diwajibkan oleh Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK), sebagai bukti keseriusan FHK dalam melahirkan lulusan yang berjiwa pemimpin.

“Tujuan kegiatan ini bersifat wajib adalah seumpama kita seperti nelayan yang menjaring ikan di laut, semakin banyak ikan yg di dapat, maka semakin besar pula kemungkinan nelayan itu mendapatkan ikan-ikan yang besar. Dengan kata lain, kita membuka peluang sebesar-besarnya bagi para mahasiswa, supaya benih-benih baru yang berkualitas akan semakin bermunculan dan bertambah, sehingga untuk kedepannya akan berguna bagi diri mereka, fakultas, universitas, hingga negara Indonesia kelak” tuturnya.

Kegiatan ini dibuka oleh wakil dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi Dr. Yohanes Budi Sarwo, SH, MH. “Dengan kegiatan ini diharapkan muncul bibit-bibit pemimpin FHK yang baru, dan juga seperti yang kita ketahui, kegiatan ini juga menjadi kegiatan wajib dan syarat untuk mengikuti skripsi” tuturnya.

Pada kegiatan ini mahasiswa betul-betul dilatih secara serius tentang apa itu kepemimpinan. Seperti contohnya salah satu sesi acara para mahasiswa diberikan salah satu tips leadership dengan metode “Do re mi fa sol la si do” dimana di masing masing nada memiliki arti yang berbeda.

Bukan hanya itu, di sesi yang di pimpin oleh Anggoro, mahasiswa juga di ajak bermain angklung. Dimana alat musik angklung ini juga salah satu budaya indonesia. Namun dengan keahliannya Anggoro mampu memasukkan ilmu leadership ke dalam permainan alat musik tersebut.

Selama 3 hari 2 malam ini tidak ada sesi yang tidak penting. Di hari ke dua mahasiswa diasah kemampuannya dengan acara debat. Dimana debat ini diadakan untuk mengasah ketajaman berfikir dan kemampuan berbicara mahasiswa.

Kegiatan LKTD di tutup oleh Dekan Fakultas Hukum dan Komunikasi, Benediktus Danang Setianto, SH., LLM. “Pada saat ini kalian sudah mengalami yang namanya metamorfosa, di ibaratkan ulat yang menjadi kepompong kemudian menjadi kupu-kupu, dimana proses untuk menjadi kepompong sangatlah sakit. Begitu juga yang sekarang kalian rasakan, dan saat ini kalian sudah berhasil menjadi kupu-kupu itu. ” tandasnya. (R.JEFF)

Kategori: ,