Dosen Unika Belajar Bersahaja
Selasa, 19 April 2016 | 16:45 WIB

WWS 16_04_2016 Dosen Unika Belajar BersahajaBENDAN DHUWUR – Sebanyak 350 dosen dan karyawan Unika Soegijapranata mengikuti refleksi karya dengan tinggal sehari, bersama komunitas petani yang tergabung dalam Paguyuban Qariyah Thayyibah di kaki gunung Merbabu-Merapi.

“Kita belajar dari masyarakat petani, mengenai arti hidup ugahari atau bersahaja. Hidup sederhana tapi ada sebuah nilai yang diperjuangkan. Ini untuk mengembalikan lagi semangat para dosen dan karyawan agar mampu bekerja keras dan kemandirian ekonomi,” papar Ketua Panitia Hotmauli Sidabalok, saat ditemui di kampus Unika Bendan Dhuwur, Kamis (14/4).

Disampaikannya, dalam kegiatan yang digelar akhir pekan lalu tersebut para peserta diajak untuk tinggal di rumah penduduk, yang tersebar di empat desa dengan tujuh dusun binaan Paguyuban Qariyah Thayyibah. “Keempat desa tersebut yakni Desa Ketapang dengan Dusun Karangasem dan Baraan, Desa Batur dengan Dusun Ngringin dan Kaliduren, Desa Sukabumi dengan Dusun Surjo serta Rejosasi, dan Desa Sumberagung. Setiap keluarga menerima dua peserta refleksi karya, selama 28 jam para dosen dan karyawan ini mengikuti dan terlibat dalam aktivitas petani,” terangnya lagi.

Tidak hanya beraktivitas layaknya petani, mereka juga hidup dengan kondisi yang ada. Misalnya tidur beralaskan tikar diatas tanah, atau bale bambu. “Harapannya mereka dapat memaknai hidup ugahari mandiri, dalam kelompok masyarakat,” lanjutnya.

■ Kalender Tanam

Dalam kesempatan tersebut juga digelar sarasehan dan diskusi dengan kelompok petani, mengenai pengalamaan dan persoalan yang dihadapi. Salah satunya mengenai kalender musim tanam. Masyarakat di wilayah tersebut, sudah mengetahui kapan waktu tanam yang tepat dan tidak, bah kan ada masa selama satu bulan.

“Mereka berpendapat, bahwa tanah atau lahan pertanian tersebut merupakan titipan dari anak cucu, sehingga harus dijaga kesuburannya. Selain menggunakan pupuk organik, ada masa dimana mereka tidak menanami lahan, tujuannya agar lahan tersebut kembali subur,” paparnya.

Rektor Unika Prof Y Budi Widianarko menambahkan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar oleh universitas. “Seluruh perwakilan dosen dari semua fakultas yang ada di Unika, kita terjunkan seperti Hukum, Psikologi, Tekologi Informasi, Teknologi Pagan dan lainnya. Harapannya, ada banyak sudut pandang permasalah yang bisa digali untuk kedepannya kembali ke dusun tersebut dan melakukan pengabdian masyarakat,” terangnya didampingi Wakil Rektor IV Dr Ridwan Sanjaya. (WWS 16/04/2016, hal. 20)

Kategori: