Dosen Sebagai Partner Dalam Berbagi Ilmu
Kamis, 28 April 2016 | 8:34 WIB

Djie A Gunarso KSelesaikanlah apa yang telah kita mulai karena semuanya bukan tentang bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mencapai garis akhir.”  begitulah prinsip hidup yang dipegang oleh wisudawan terbaik Magister Manajemen Universitas Katolik Soegijapranata yang lulus dengan IPK 3, 80.

Pria yang bernama Djie, Agustinus Gunarso Kurniaji atau kerap dipanggil Gunarso ini lahir di Semarang, 17 Agustus 1991 dari pasangan Djie Kin Sang dan A. Wulan Dewi Wijaya.

Kesibukannya sebagai mahasiswa magister manajemen dan staf senior di Pengembangan SDM BCA Kantor Wilayah II sebagai ASI Perencanaan SDM Kantor Wilayah II, tidak menyurutkannya dalam mengisi waktu untuk menekuni hobinya yaitu kuliner dan travelling. Pria alumnus S-1 Akuntansi Untag Semarang memiliki alasan tersendiri memilih Program Magister Manajemen (MM) Universitas Katolik Soegijapranata sebagai tempat menimba ilmu jenjang berikutnya yaitu untuk mengembangkan pola pikir, wawasan dan pikiran menjadi lebih terbuka serta melatih kemampuan manajerial yang sangat diperlukan di pekerjaan.

Judul tesis yang ditulisnya adalah : ” PERAN DAN MODEL COACHING BAGI PENGEMBANGAN KARYAWAN PT BCA TBK DI KANTOR WILAYAH II SEMARANG“.

Saat ditanya kesan selama kuliah di Unika, Gunarso mempunyai penilaian tersendiri, “Saya bangga kuliah di MM UNIKA karena ketika saya masuk akreditasi masih C, namun sekarang sudah berubah menjadi B. Selama ini dosen – dosen di MM UNIKA memperlakukan mahasiswa sebagai partner dalam berbagi ilmu dan pengetahuan mereka, sehingga tidak terkesan adanya gap antara mahasiswa dan dosen” jelasnya.

Lebih lanjut Gunarso juga membagikan tips kuliah sambil bekerja namun tetap bisa meraih prestasi Wisudawan Terbaik, “Kalau sudah bekerja maka dari pagi – sore tentu kita sudah sibuk menyelesaikan pekerjaan – pekerjaan di kantor, bahkan terkadang kita di kantor sampai malam atau tugas di luar kota sehingga harus ijin untuk tidak masuk kuliah. Namun bukan berarti kita meninggalkan kewajiban sebagai mahasiswa, kita tetap harus mencari informasi dan tugas perkuliahan. Yang terpenting kalau mengambil kuliah sambil bekerja adalah kita harus dapat membagi waktu (perencanaan waktu)” tegasnya.(Fys)

Kategori: