Dari Jajar Legowo, Mesin Kristalisasi, hingga Helm Ajaib
Kamis, 14 April 2016 | 9:51 WIB

SM 14_04_2016 Dari Jajar Legowo, Mesin Kristalisasi, hingga helm ajaibDiseminasi Kelitbangan

SEMARANG – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Selasa (12/4) mendatangkan tiga inventor (penemu) pendukung teknologi pangan, energi, dan infrastruktur. Mereka diminta untuk mendemonstrasikan alat hasil temuannya di hadapan para wartawan.

Mereka adalah Miftachul Ulum, warga Tersono yang juga penyuluh pertanian di Kabupaten Batang yang menemukan teknologi alat pelarik tanaman padi Jajar Legowo. Ulum merupakan pemenang Lomba Krenova Jateng 2015.

Kemudian, Mesin Kristalisasi Hemat Energi yang dibuat oleh mahasiswa Unika Soegijapranata. Mesin tersebut merupakan kegiatan Pengembangan Teknologi (Bangtek) 2016. Serta, teknologi pemanfaatan rangkaian elektronik untuk penertiban pemakaian helm pengendara sepeda bermotor, temuan Devatomi Primasatya, Dwi Setiawan, dan Ahmad Nur Wahyudin. Sama halnya Jajar Legowo, invensi itu adalah pemenang Lomba Krenova 2015.

Miftachul Ulum menyatakan, sistem tanam Jajar Legowo 2 dapat meningkatkan populasi tanaman hingga 30% dari sistem tanam biasa (ubin) dan memudahkan dalam pengamatan dan pemeliharaan tanaman. Disamping itu juga meningkatkan produktivitas 0,20-0,96 ton/ha.

Untuk itu diperlukan upaya memudahkan petani dalam menerapkan teknologi pengelolaan tanam terpadu (PTT) terutama dalam sistem tanam Jajar Legowo.

Mesin Kristalisasi
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata V Kristina Ananingsih menyatakan, Mesin Kristalisasi Hemat Energi yang dibuat oleh mahasiswanya ditujukan untuk masyarakat luas.Terutama UKM dan IMKM.

‘’Banyak jenis empon-empon yang bisa dijadikan kristal kemudian dijual dalam kondisi siap saji. Misalnya jahe, kunyit, gula semut, dan lain-lain,’’ujarnya.

Adapun tujuan teknologi pemanfaatan rangkaian elektronik untuk penertiban pemakaian helm pengendara sepeda bermotor, ciptaan Devatomi Primasatya, Dwi Setiawan, dan Ahmad Nur Wahyudin adalah ikut menjaga keselamatan pengendara.

‘’Sebab, alat tersebut mengharuskan pengendara untuk mengenakan helm secara baik dan benar, sekaligus membiasakan perilaku disiplin tertib berlalu lintas,’’ jelas Deva, warga Jl Krisobowo 66 RT 01/RW 02 Desa Tamanrejo, Limbangan, Kendal.

Kepala Balitbang Jateng Tegoeh Wynarno Haroeno menjelaskan dalam rangka penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di Jateng, pihaknya melakukan diseminasi teknologi kelitbangan. (D6-48) (SM 14/04/2016, hal. 21)

Kategori: