Berlian Indah Karena Diasah
Jumat, 29 April 2016 | 10:02 WIB

Nathasia Austin Wijaya, mengatakan dalam sesi wawancara, “Nikmati setiap prosesnya. Berlian yang indah dibentuk dalam tekanan dan suhu yang tinggi, terus menerus, tanpa henti. Begitu juga kita. Percaya, kita adalah berlian yang sedang dibentuk. Kalau ada tantangan hidup, hadapi! You’re a diamond, they can’t break you.” Perkataan yang mencerminkan semangat dan antusiasme tinggi dari salah satu wisudawan terbaik Unika Soegijapranata dari program studi Sistem Informasi jurusan Game Technology. Putra pasangan Alm. Bonidi Widjaja dan Lili Astuti ini juga merupakan mahasiswa aktif semasanya seperti Senat Mahasiswa Fakultas IKOM sebagai Sekretaris SMF. Lalu tahun kedua lanjut menjadi ketua SMF IKOM periode 2013-2014. Setelah itu ia juga pernah mengikuti SOTY 2013 dan terpilih menjadi perwakilan SALT 5. Kemudian lanjut lagi menjadi pengurus GLORY 5. Nathasia juga pernah presentasi di seminar internasional di Bangkok pada Desember 2013. Dari rekam jejaknya selama berkuliah membuktikan bahwa kuliah juga dapat berjalan bersama dengan aktif di organisasi.

Dalam skripsinya yang berjudul “Edukasi Sibling Rivalry Menggunakan Game Berbasis Android”, ia berkata memilih topik tersebut karena pengalaman pribadi. Ia bercerita bahwa di rumah ia mempunyai dua adik, dan sering bertengkar karena masalah-masalah sepele. Lalu saat ada kelas Psikologi Edutainment, dosennya sempat menyinggung bahwa game untuk Sibling Rivalry belum pernah ada, dan bertanya adakah yang tertarik untuk membuat? Berawal dari situlah ia tertarik dan menekuninya sampai jadi laporan skripsi.

Pengalamannya selama belajar di Game Technology, Nathasia mengatakan ada suka maupun dukanya. Sukanya, di awal pertama kali masuk kuliah ia mendapat Beasiswa Unggulan dari Kemendikbud selama kuliah. Selain itu ia adalah lulusan pertama Progdi Sistem Informasi jurusan Game Technology. Ada rasa bangga menjadi yang pertama. Ia juga mengutarakan selama pembuatan skripsi ia dapat banyak pengalaman baru, manajemen waktu, serta melatih disiplin diri, ketekunan, dan kesabaran. Dukanya sebagai angkatan dan mahasiswa pertama, “Mungkin karena progdi dan mahasiswa masih sama-sama pertama kali ya, jadi ada info yang mepet atau disesuaikan” jelasnya.

Ketika ditanya tips-tips apa saja agar bisa menjadi lulusan terbaik, perempuan alumni SMA Kristen YSKI Semarang mengatakan untuk selalu give your best. Beri yang terbaik yang kamu bisa, sisanya berdoa. Tuhan yang lancarkan dan berkati, niscaya sukses dan menjadi lulusan terbaik. Pemilik motto hidup “Nothing worth having comes easy”, setelah lulus dan sebelum wisuda, keinginannya adalah ambil studi lanjut S2 dengan biaya sendiri atau beasiswa, dan bekerja untuk membahagiakan ibu tercinta. Ia berterima kasih terhadap Unika karena telah memberi ia pelajaran yang berharga selama duduk di bangku perkuliahan.(dns)

Kategori: ,