40 PTN-PTS Mulai Program Profesi Keinsinyuran
Kamis, 14 April 2016 | 10:20 WIB

Profesi Insinyur1Jakarta, – Sebanyak 40 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia akan mulai menjalankan program profesi keinsinyuran pada tahun ajaran 2016/2017 sebagaimana dimandatkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di Jakarta, Rabu (13/4).

Profesi keinsinyuran tersebut diharapkan bisa memberikan kompetensi kepada para sarjana teknik berupa sertifikasi dan pengakuan profesi insinyur, seperti halnya profesi dokter, apoteker, notaris, akuntan, dan sebagainya.

Menristekdikti mengatakan program profesi keinsinyuran harus segera diwujudkan di Indonesia untuk mempersiapkan para insinyur di persaingan global, khususnya pada Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sudah dimulai di Indonesia.

Nantinya, para insinyur akan melakukan uji kompetensi yang dilakukan oleh organisasi profesi insinyur, yaitu Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Para insinyur akan melakukan uji kompetensi muda, madya, dan utama seperti halnya pada profesi lain untuk mendapatkan sertifitasi yang dapat digunakan pada dunia kerja.

Nasir menegaskan kompetensi di bidang insinyur ini menjadi penting karena persaingan global ke depannya akan sangat ketat.

“Ke depan makin banyak persaingan yang muncul. Hanya bagi mereka yang memiliki kompetensi yang akan menang,” ujar Nasir.

Profesi keinsinyuran sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, namun implementasi program profesi tersebut di perguruan tinggi belum terlaksana hingga saat ini dikarenakan belum ada tindak lanjut dari undang-undang.

Nasir mengungkapkan akan mengeluarkan peraturan menteri terkait profesi keinsinyuran untuk melengkapi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Keputusan tersebut diambil untuk langkah awal sambil menunggu presiden mengeluarkan peraturan presiden atau peraturan pemerintah dalam mendukung UU Keinsinyuran yang disahkan pada 2014.

“Saya berharap pada penerimaan mahasiswa baru 2016/2017 program profesi keinsinyuran ini sudah mulai diberlakukan,” kata Nasir di usai memberikan mandat profesi keinsinyuran pada 40 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Nasir menyebut profesi keinsinyuran merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini untuk memenuhi jumlah permintaan profesi insinyur di lapangan. Terlebih, pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Seperti halnya rencana proyek kilang gas alam cair Blok Masela, kata Nasir, dia telah memandatkan Universitas Pattimura di Maluku untuk menyuplai para insinyur untuk proyek besar tersebut seperti yang diarahkan oleh Presiden Joko Widodo.

Nasir menyatakan memberikan mandat program profesi keinsinyuran pada 40 perguruan tinggi negeri dan swasta didasarkan pada kualitas dan sebaran wilayah universitas atau institusi tersebut.

Nantinya, jumlah perguruan tinggi yang diberikan izin untuk menjalankan program profesi keinsinyuran akan ditambah melalui evaluasi selama enam bulan dan mempertimbangkan kualitas dan sebaran wilayah PTN/PTS.

“Program profesi keinsinyuran harus mengakomodasi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia, tidak hanya yang negeri saja, kriterianya ada pada kualitas dan sebaran wilayah,” ujar Nasir.

Kementerian Ristekdikti sendiri tidak memberikan anggaran khusus pada perguruan tinggi tersebut terkait program profesi keinsinyuran. Pengelolaan, dan, dan konsep lebih spesifik terkait program profesi diserahkan seluruhnya kepada universitas.

Hal penting lainnya menurut Nasir ialah sosialisasi yang harus dilakukan oleh para perguruan tinggi untuk memperkenalkan program profesi keinsinyuran.

Nasir mengatakan program profesi ini harus mengakomodasi sebanyak-banyaknya insinyur, bahkan yang sudah lulus sejak lama agar mereka mendapatkan pengakuan sebagai insinyur.

Persiapan Singkat Program profesi keinsinyuran ditanggapi positif oleh seluruh perguruan tinggi penerima mandat. Namun tidak seluruh universitas atau institut tersebut memiliki persiapan yang matang untuk menjalankan program profesi keinsinyuran.

Rektor Universitas Katolik Soegijapranata di Semarang, Jawa Tengah, Budi Widianarko mengaku baru mendapat informasi universitasnya akan menerima program profesi keinsinyuran seminggu sebelum diberikan mandat oleh Menristekdikti.

Oleh karena itu dirinya mengatakan akan segera mempersiapkan segala sesuatu seperti struktur organisasi dan tenaga pengajar. “Kami akan tambah tenaga pengajar, saat ini baru ada dua akan ditambah menjadi enam. Kalau infrastruktur, kan masih bisa gunakan bangunan yang ‘existing’,” kata Budi.

Dia mengakui proses yang harus dilakukan untuk memulai program profesi keinsinyuran terbilang cepat dengan waktu persiapan sekitar empat bulan sebelum tahun ajaran baru 2016/2017 dimulai pada Agustus. Namun dia meyakini Unika Soegijapranata yang terbilang sebagai universitas swasta favorit di Jawa Tengah akan memulai program profesi keinsinyuran pada tahun ajaran baru mendatang.

Berbeda dengan Unika Soegijapranata, perguruan tinggi negeri di Malang, Jawa Timur, Universitas Brawijaya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menjalankan program profesi keinsinyuran.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Pitojo Tri Juwono mengatakan telah mempersiapkan organisasi, kelembagaan, dan juga infrastruktur untuk menjalankan program profesi keinsinyuran sejak dua tahun terakhir. Hal tersebut dikarenakan Universitas Brawijaya memang sudah menanti-nanti hadirnya program profesi keinsinyuran.

Universitas Brawijaya sendiri telah menetukan akan membuat program studi pendidikan insinyur yang bisa menampung lulusan lintas fakultas bagian teknik maupun non-teknik.

Namun Pitojo belum meyakini berapa banyak lulusan sarjana teknik yang akan melanjutkan program pendidikan insinyur. “Asumsi kami 20-50 persen yang daftar sudah bagus,” kata dia. (Ant/Dede)

Tautan : http://thetanjungpuratimes.com

Kategori: