Wanita Bisa Berkarya dari Balik Jeruji
Kamis, 10 Maret 2016 | 9:03 WIB

SM 10_03_2016 Wanita Bisa Berkarya dari Balik Jeruji

SEMARANG – Kendati dibelit persoalan hukum dan harus menghabiskan waktu di penjara, warga binaan di Lapas Wanita Bulu bisa terus produktif menghasilkan hasil karya yang memiliki nilai tambah.

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia, karya ini juga dipamerkan bersamaan dengan sarasehan dengan Kalapas Wanita Bulu Semarang Suprobowati, Inspiring Woman Entrepreneur Anne Avantie serta Ketua Jaringan Peduli Perempuan dan Anak (JPPA) Prof Dr Agnes Widanti.

Anne Avantie yang juga seorang desainer mengaku sudah bekerja sama dengan warga binaan lapas sehingga mereka tetap bisa berpendapatan dari menyulam, menjahit, memasang payet ataupun memproduksi kerajinan tangan. ”Mereka (warga binaan) jadi mitra kerja dan hasilnya layak untuk bisa berkompetisi dalam industri di Indonesia,” kata Anne, Selasa (8/3).

Ditambahkan, hampir sebagian besar permasalahan yang menyeret para napi dipicu masalah rumah tangga termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan rasa kecewa.

”Saya berharap teman yang ada di sini tidak terus menyesali diri namun bisa terus berkarya menjadi seseorang yang berarti,” imbuhnya.

Ambil Bagian
Sementara itu, lembaga dan komunitas perempuan juga ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Mereka berasal dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Semarang, Yayasan Setara, Girls Against Discrimination (Gadis), Koalisi Pejalan Kaki Kota Semarang (KPKS), Program Magister Lingkungan dan Perkotaan (PMLP) dan Pusat Studi Wanita (PSW) Unika Soegijapranata Semarang, Serikat PRT Merdeka, dan Avantie Foundation. Koordinator acara, Nika Vera Ardiyani menjelaskan, pihaknya mengajak masyarakat untuk menyatukan rasa dan menyudahi ketimpangan perempuan di berbagai bidang.

Lokasi di lapas wanita dinilai sebagai simbol keterbatasan perempuan dalam mengekspresikan diri. ”Banyak wanita sering dipaksa dijadikan objek dan dibatasi ruang geraknya,” kata aktivis LBH APIK. Kalapas Suprobowati menambahkan, warga binaan diharapkan bisa senantiasa menjunjung tinggi harkat martabat dan dapat menjadi wanita mandiri. (J14- 58)

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: ,