Program BPJS Butuh Evaluasi
Senin, 28 Maret 2016 | 15:37 WIB

Program BPJS Butuh Evaluasi

PADA prinsipnya BPJS Kesehatan dipakai untuk memberikan jaminan atas kesehatan masyarakat. Hal itu diungkapkan pakar hukum kesehatan Untag Prof Sarsintorini Putra dan Unika Soegijapranata Dr Endang Wahyati.

Pemerintah sebagaimana umumnya di berbagai negara, juga menyediakan fasilitas dan jaminan kesehatan yang memadai. Kendati demikian, tetap harus dilaksanakan evaluasi untuk program BJS Kesehatan.

”Hanya memang butuh juga didorong supaya pelayanaannya kian berkualitas. Jangan sampai masyarakat sudah membayar iuran, namun penanganan tak sesuai harapan,” tutur Sarsintorini, kemarin.

Promotif dan Preventif
Dia memandang, masyarakat memang terbantu dengan program semacam ini. Mereka kini berbondong-bondong membayar iuran sesuai kelas masing-masing. Setidaknya program ini memberikan harapan pada mereka, terutama bagi warga tak mampu. Karena itu, pemerintah
harus terus memikirkan peningkatan pelayanannya.

Senada dengan itu dikemukakan Endang. Meski demikian dia memberikan catatan. Paling utama adalah pemerintah juga wajib menempuh langkahlangkah preventif dan promotif. Artinya, masyarakat diberi kesadaran penuh untuk bersedia hidup sehat sehingga kualitas hidupnya
meningkat.

”Sebab jika program ini semata-mata hanya untuk rehabilitasi dan kuratif atau sekadar mengobati saja maka seberapapun biayanya akan terus habis. Itu tak akan mendidik masyarakat,” timpalnya.

Selebihnya program ini juga butuh dilaksanakan evaluasi. Misalnya untuk kualitas pelayanan, besaran iuran, rumah sakit rujukan, hingga hal-hal lainnya.

Dia pun mencontohkan tidak semua rumah sakit seharusnya ditunjuk sebagai mitra. Melainkan mereka yang benar-benar memiliki kesiapan fasilitas dan pelayanan prima.

”Sebagai contoh di Thailand, Malaysia atau Amerika Serikat. Penanganan jaminan kesehatan di negara itu ditata sedemikian mungkin. Pemilihan rumah sakit mitra juga tidak asal kecuali mempertimbangkan fasilitas yang dimiliki,íítutur Endang. Fasilitas sangat penting, karena mereka diinginkan memberikan pelayanan paripurna untuk pasien.

Dia pun yakin, dengan banyak belajar dari pengalaman tingkat pelayanan jaminan kesehatan akan sampai pada suatu titik sesuai yang diharapkan rakyat. (61)

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: ,