Panggung dan Purwosari Diusulkan jadi Sub-terminal BST
Jumat, 4 Maret 2016 | 9:46 WIB

PEMBERHENTIAN BST: Halte bus Batik Solo Trans (BST) di Purwosari Jalan Slamet Riyadi menjadi titik pergantian intermoda dari kereta api ke bus kota.SOLO, suaramerdeka – Kawasan Panggung dan Purwosari diusulkan menjadi titik pemberhentian sementara (terminal bayangan) bagi bus Batik Solo Trans (BST). Khusus di simpang empat Panggung Jebres, terminal bayangan ini bisa menampung peralihan penumpang dari arah timur.

Adapun terminal bayangan di Purwosari bisa memfasilitasi peralihan penumpang dari arah barat dan selatan Kota Solo.

Operator PT Bengawan Solo Trans (BST) Sri Sadad Mojo menuturkan, usulan itu sudah disampaikan kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Surakarta. Sehingga besar harapan bisa direalisasikan setelah 11 koridor BST dioperasionalkan dalam waktu tiga tahun ini.

“Kami mengusulkan dua titik itu untuk sub terminal. Titik-titik itu amat strategis bagi naik turun penumpang untuk berpindah moda,” kata operator BST Sri Sadad Mojo kepada suaramerdeka .com.

Ia mengemukakan, dua titik itu juga berdekatan dengan dua stasiun yakni Stasiun Jebres dan Purwosari. Akses dari stasiun menuju jalan raya pun sudah diberi atap (kanopi) sehingga memudahkan penumpang menuju jalan raya bila ingin berganti moda.

Sadat menuturkan, khusus di kawasan Purwosari, proses pergantian intermoda sudah berjalan dengan baik. Setiap hari sudah banyak penumpang yang beralih moda dari kereta api ke bus, khususnya penumpang dari KA jarak dekat (KA Prambanan Ekspres, Sriwedari).

Sementara Pakar transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mendukung bila kedua titik itu menjadi sub-terminal. Selain lebih dekat dengan stasiun kereta api, titik itu juga menjadi pintu masuk Kota Bengawan.

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: