Pameran Desain Menarik Aristek Unika di Tribun Jateng Home & Property Expo
Jumat, 11 Maret 2016 | 8:29 WIB

TRBJ 07-03-2016 Pameran Desain Menarik Aristek Unika di Tribun Jateng Home & Property ExpoSEMARANG, TRIBUNJATENG — Dalam acara Tribun Jateng Home & Property Expo 2016, 8-13 Maret 2016 di Atrium Java Supermall Semarang, juga akan diadakan diskusi serta pameran karya arsitektur mahasiswa dari Unika Soegijapranata Semarang.

Ketua Program Studi Arsitektur Unika, DR. Krisprantono menyampaikan pada acara tersebut akan banyak dipamerkan berbagai desain arsitek dari mahasiswa yang bisa dilihat oleh pengunjung.

"Akan banyak desain arsitek baik dari berbagai bentuk serta style arsitek saat ini yang dibuat oleh mahasiswa. Harapannya bisa memberikan unsur edukasi kepada pengunjung yang datang di expo besok," ujarnya kepada Tribun Jateng Minggu (6/3).

Selain memamerkan karya mahasiswa Arsitektur Unika Soegijapranata, pada acara expo Selasa besok pengunjung juga bisa berdiskusi dengan akademisi terkait trend serta desain yang sesuai dengan kondisi Kota Semarang. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa melakukan tanya jawab seputar bentuk rumah yang menarik serta berbeda dari bentuk rumah pada umumnya saat ini.

"Kami membuka lebar akses kepada pengunjung untuk bisa berdiskusi dengan kami. Harapannya kami dari akademisi bisa memberikan masukan serta gambaran desain yang tengah menjadi trend dan juga sesuai dengan kondisi serta culture di Kota Semarang ini," lanjutnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata, DR Rudyanto Soesilo MSA menjelaskan perkembangan properti saat ini dilihat dari desain justru banyak mengikuti perkembangan yang sudah tertinggal jauh di beberapa negara besar. Misal, bentuk rumah minimalis dan moderen saat ini bukan lagi menjadi bentuk rumah yang tengah jadi trend di beberapa negara besar lainnya.

"Bisa dikatakan Indonesia ini mengikuti trend yang sudah ditinggalkan jauh oleh masyarakat yang ada di negara-negara besar. Misal saat ini banyak masyarakat yang memilih membuat desain rumah moderen dan minimalis, atau memiliki desain eropa klasik yang justru sudah tidak lagi menjadi trend desain hunian masa kini," jelasnya.

Ia melanjutkan jika saat ini yang tengah banyak dicari dan disukai masyarakat adalah jenis desain Neo Vernacular. Yakni desain modern tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional.

"Ini merupakan arsitek strategi budaya yang bisa dikembangkan oleh para pengembang perumahan dan masyarakat untuk memiliki hunian impian mereka yang justru menjadi daya tarik bagi masyarakat luar. Yakni memadukan unsur moderen dengan tradisional, misal Joglo bisa dipilih sebagai bentuk rumah yang dikombinasi dengan beberapa unsur moderen sehingga secara desain akan terlihat berbeda dan menarik," ungkapnya.

Sehingga dengan menggunakan desain Neo Vernacular, masyarakat bisa mempunyai rumah/investasi properti dengan nilai yang lebih tinggi dia banding dengan properti yang memiliki desain moderen minimalis.

Harapannya, pada Ekspo besok masyarakat/pengunjung bisa bertukar pikiran dan berdiskusi untuk memiliki properti yang menarik tanpa harus tertinggal dengan negara besar yang tengah memiliki ciri sendiri.

"Kami berharap di acara expo besok pengunjung serta developer yang ikut serta bisa berdiskusi dengan kami untuk membuat desain rumah/properti yang berbeda dari yang lainnya. Sehingga harapannya dengan desain arsitek yang berbeda yakni dengan ciri Neo Vernacular tanpa meninggalkan unsur tradisional bisa mengangkat dan menggairahkan bisnis properti karena desain yang berbeda menjadi nilai tersendiri," tukasnya.(*)

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: