MAHUPA UNIKA Galakkan Penanaman 500 Bibit Tanaman di Desa Penadaran
Rabu, 2 Maret 2016 | 9:16 WIB
DCIM100MEDIA

DCIM100MEDIA

MAHUPA UNIKA sebagai organisasi pecinta alam tingkat fakultas di Unika Soegijapranata, kembali menunjukkan eksistensinya dalam melestarikan lingkungan melalui program pengabdian masyarakat bekerja sama dengan Lembaga Pendampingan Usaha Buruh Tani Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS), membuat sebuah perkebunan agrowisata pada lahan yang belum dimanfaatkan bertempat di lahan Gua Maria Sendang Jati, tepatnya di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan mulai tanggal 15-21 Februari 2016.

Pemanfaatan lahan dilakukan dengan penanaman bibit-bibit buah, antara lain buah kelengkeng, buah sirsak, dan buah jambu air. Dari sekitar 9 Ha yang tersedia, MAHUPA UNIKA memanfaatkan kurang lebih 2 Ha lahan sebagai langkah awal. Penanaman dilahan bukan pertama kali dilaksanakan, menurut Petrus Trimo sebagai koordinator yang ditunjuk, “Ini sudah yang ke tujuh, tapi baru kali ini berpola” jelasnya.

MAHUPA UNIKA memang berupaya menciptakan perkebunan agrowisata yang terpola dengan membentuknya sebagai sebuah pola garis lurus, yang dibagi sesuai tanaman buah sejenis.

Program yang mengusung tema “Sopo Nandhur Bakal Ngundhuh” ini, dilaksanakan oleh MAHUPA UNIKA bersama-sama dengan umat Katholik desa, juga OMK Gereja Santo Paulus, dan dikemas dalam bentuk kegiatan kerja bakti. Semangat gotong royong dan terbuka dalam menerima perubahan begitu terasa, para umat mayoritas adalah para paruh baya, dengan giat turut hadir di lokasi yang berada lebih tinggi dan membawa alat tanam.

Kegiatan kerja bakti diisi dengan pembebasan lahan dan penanaman, ada sekitar 500 bibit tanaman yang telah berhasil ditanam. Namun ini bukan tolok ukur keberhasilan kegiatan, karena justru perawatan tanaman-tanaman ini menjadi tantangan berikutnya yang harus diselesaikan. Menjadi pilihan tepat bagi MAHUPA UNIKA bekerja sama dengan warga, agar perawatannya dapat lebih mudah dilakukan. Sehingga nantinya langkah ini dapat memberikan manfaat, tak hanya dapat dipetik hasilnya, tapi juga menambah keindahan Gua Maria Sendang Jati dengan segala potensinya. Setelah kegiatan ini, MAHUPA UNIKA direncanakan akan hadir setiap bulan untuk mendukung perawatan selama beberapa bulan kedepan. “MAHUPA UNIKA sebagai sebuah organisasi pecinta alam, ini adalah bentuk patuh kami terhadap Kode Etik Pecinta Alam,” tandas Melisa, salah satu anggota MAHUPA.

Penutupan program pengabdian masyarakat ditandai dengan upacara penyematan kepada 7 orang anggota muda MAHUPA UNIKA, oleh Ibu C. Isti Sumiwi, SH selaku Ketua LPUBTN KAS.

Upacara penyematan dihadiri oleh Bapak L. Eddy Wiwoho, SH., MH., sebagai pembina MAHUPA UNIKA, Bapak Ign. Hartyo Purwanto, SH. MH. dan Bapak Drs. Stevanus Hadiyarso, M.Hum., sebagai perwakilan dari Fakultas Hukum dan Komunikasi. Tak hanya itu, turut hadir memenuhi undangan beberapa Ketua Lingkungan, perwakilan OMK Gereja Santo Paulus, Wakil Ketua Gua Maria Sendang Jati. (Melisa S)

Kategori: