MAHUPA UNIKA Antisipasi Kemarau Ekstrim di Daerah Penadaran-Grobogan
Selasa, 8 Maret 2016 | 13:38 WIB

DSC_0347Setelah berhasil melakukan penanaman kurang lebih 500 bibit buah pada pertengahan bulan lalu, perawatan atas tanaman tersebut menjadi tantangan selanjutnya bagi MAHUPA UNIKA. Dengan dibantu oleh OMK Gereja Santo Paulus Penadaran, MAHUPA UNIKA mencoba melakukan perawatan tanaman hijau di area seluas 2 Ha di desa Penadaran (6/3).

Perawatan tanaman dengan menyiangi lahan dilakukan untuk membebaskan gulma yang selalu siap menyerang tanaman-tanaman yang sebulan lalu di tanam. “Ini merupakan bentuk tanggungjawab MAHUPA UNIKA atas kewajibannya terhadap lingkungan,” jelas Bebeng, salah satu anggota MAHUPA UNIKA.

Secara geografis, letak desa Penadaran merupakan daerah paling selatan Kecamatan Gubug, dan saat ini di desa tersebut terdapat lahan yang dijadikan laboratorium sosial bagi MAHUPA UNIKA dalam memberikan kontribusinya terhadap lingkungan. Desa Penadaran berada sekitar 10 KM dari Kecamatan Gubug, dengan waktu tempuh 45 menit menggunakan sepeda motor.

“Untuk sampai kesana, perlu kondisi kendaraan yang prima, mengingat infrastruktur fisik di daerah tersebut yang masih belum memadahi dan menjangkau wilayah itu. Disamping itu desa Penadaran ini memiliki luas wilayah yang lebih besar dari desa-desa  lain di Kecamatan Gubug, inilah yang mendorong MAHUPA UNIKA untuk memanfaatkan lahan desa untuk penghijauan,” ungkap Melisa.

Kegiatan ini menjadi serangkaian program pengabdian masyarakat oleh MAHUPA UNIKA, bekerja sama dengan Lembaga Pendampingan Usaha Buruh Tani Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN-KAS). Kegiatan perawatan lanjutan MAHUPA UNIKA dijadwalkan akan datang  satu bulan sekali selama beberapa bulan kedepan.

Tantangan berikutnya yang akan dihadapi MAHUPA UNIKA adalah bergantinya musim kemarau di desa ini yang sangat ekstrim. Maka untuk tahap perawatan selanjutnya, MAHUPA UNIKA akan melakukan upaya pencegahan agar tanaman-tanaman yang telah berhasil ditanam dapat tetap tumbuh serta memberikan manfaat bagi masyarakat desa. (Melisa S)

Kategori: