Guru Besar Unika Saling Paparkan Hasil Pemikiran dalam Knowledge Festival
Selasa, 29 Maret 2016 | 16:42 WIB

Rektor Unika, Prof Budi Widianarko menjadi keynote speaker dalam seminar Knowledge to transform, sebagai acara pembuka Knowledge Festival, di ruang teater, Gedung Thomas Aquinas, Unika, Selasa (29/3/2016). TRIBUNJATENG, SEMARANG — Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata menggelar Knowledge Festival yang dibuka dengan seminar di ruang teater Gedung Thomas Aquinas, Jalan Pawiyatan Luhuru, Semarang, Selasa (29/3/2016). Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari yang berisi tentang pameran hasil karya pemikiran, dosen, hingga guru besar.

Ketua panitia Knowledge Festival, Dr Agustina Sulastri SPsi menjelaskan, kegiatan ini adalah wujud dari hasil perankingan yang dilakukan oleh Kemenristekdikti yang menempatkan Unika dalam 10 besar perguran tinggi terbaik se Indonesia. "Selain itu kita juga masuk dalam 100 besar Universitas terbaik versi pembaca Kompas, di Jateng, kita terbaik setelah Undip," papar Lastri.

Untuk menindak lanjuti prestasi tersebut kemudian muncullah ide untuk membuat kegiatan dimana di dalamnya akan memaparkan hasil-hasil pemikiran guru besar, dosen, hingga mahasiswa Unika terkait penelitian dan pengabdian masyarakat mereka.

"Ada tiga profesor dari Unika yang nantinya akan menceritakan roadmap mereka, selain itu juga ada 40 makalah yang akan dipaparkan oleh para dosen dan dalam seminar knowledge to transform, di hari berikutnya ada juga paparan hasil penelitian hingga pameran karya mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada," imbuhn Lastri.

Ketiga profesor tersebut adalah Prof Agnes Widanti yang mengkritisi soal standarisasi pendidikan di Indonesia, Prof Purwanto dengan latar belakang program studi arsitektur, dan terakhir Prof Andreas Lako dengan latar belakang Akuntansi sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika.

di Lain sisi, Rektor Unika, Prof Budi Widianarko menanggapi peringkat Universitas yang keluar tetap tidak bisa luput dari kontroversi. Meski demikian, diposisi manapun peringkatnya, ia menghimbau kepada para dosen dan karyawan di Universitasnya untuk percaya diri dan mawas diri.

"Percaya diri bagus, tapi juga harus mawas diri agar tidak terlena dengan peringkat, dan justru harus meningkatkan, oleh karena itu kegiatan knowledge festival ini juga bertujuan untuk menstimulus para dosen agar lebih mengabdikan keilmuannya di masyarakat karena di acara ini mereka akan saling bertemu dan saling unjuk hasil pemikiran," imbuh Prof Budi.

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: