Olga Agradia Dewayanti – Followers 42 Ribu, Perusahaan Besar Antre
Rabu, 23 Maret 2016 | 8:16 WIB

SEMULA tidak sengaja, bahkan tidak ada niatan khusus untuk menekuni profesi baru sebagai model endorse. Namun dari kegemarannya dengan dunia make up sejak kecil, telah mengantarkan Olga Agradia Dewayanti, 23, warga Banyumanik, menjadi model endorse.


Tak disangka juga, mulai dari perusahaan besar sampai online shop, sudah pernah menggunakan jasanya sebagai endorse. Di antaranya, Anastasia Beverly Hills dari Amerika, L’oreal, Ultima make up serta sejumlah online shop lainnya. Bahkan di Instagram followernya telah tembus hingga 42 ribu orang.

“Tidak sengaja. Semula saya senang memposting, setiap kali usai dandan atau make up diri sendiri atau teman di Instagram. Eh ternyata banyak teman yang merespon dan suka,” akunya, kemarin.

Dari situlah, Olga-begitu sapaan akrabnya- semakin rajin memposting hasil karyanya. Terlebih karena memang ia sudah berprofesi sebagai make up artis. Dan hasilnya, tidak hanya respon follower, ternyata banyak perusahaan make up atau online shop yang meliriknya menjadi model endorse. Bahkan, ia pernah dihubungi langsung oleh perusahaan make up besar Anastasia Beverly Hills dari Amerika 2013 silam. “Setelah diendorse, saya dikirimi sepaket make up. Dan ternyata semua produk perusahaan itu, kalau ditotal bisa mencapai Rp 20 juta,” kenangnya.

Dara Kelahiran Semarang, 30 April 1993 ini menambahkan, dari situlah order untuk menjadi model endorse terus berdatangan. Tidak hanya di Instagram tapi juga di Youtobe. Meski begitu, ia mengaku membatasi hanya untuk produk make up dan sesekali fashion. Selain dua produk itu, ia tidak menerimanya, karena tidak sreg.

“Saya sampai kewalahan, karena semua harus saya lakukan sendiri. Tapi kalau sekarang, saya batasi satu bulan dua produk saja,” ucapnya yang pernah medapat kesemparan make up putri Indonesia Anindya Kusuma Putri dan sejumlah artis Nasional.

Mahasiswi jurusan Managemen Bisnis Unika Soegijapranata ini mengaku selektif ketika menerima orderan make up dan tidak sembarangan menerima dari online shop. Karena sekarang banyak produk make up yang dipalsukan dan dijual bebas di online. Seorang endorse harus benar-benar bisa menarik orang agar bisa membeli produk tersebut dan menjamin keamanannya.

“Saya pernah diminta ngendors produk make up dengan harga murah. Eh ternyata setelah saya cek, produknya palsu. Jadi harus selektif, apalagi make up bersentuhan langsung dengan kulit. Untuk menjadi endorse, sekarang saya juga mematok harga. Tapi rahasia,” terangnya.

 

Meski masih tetap menjadi moel endorse tapi ia sekarang sudah mulai membatasi. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang menerima semua orderan baik dari perusahaan maupun dari online shop. Saat ini, Olga sibuk dengan dunia make up brand miliknya OAD Make Up di Banyumanik. “Ya masih sering terima make up pengantin, wisuda dan artis. Sekarang sedang membuka private make up,” tambahnya.

Sedangkan model endorse lainnya adalah Rizka Nur Laily, dara kelahiran Kendal 20 tahun lalu. Baginya, menjadi model endorse adalah kegiatan sampingan yang menyenangkan, selain kegiatan modeling yang ia lakukan. Wajah cantik dan punya banyak followers di media sosial telah menjadi magnet bagi toko-toko on line shop untuk numpang menjual produknya.

Rizka sapaan akrabnya menekuni dunia model endorse sejak tahun lalu. Yakni, saat dirinya aktif meng-update foto di instagram, line, twitter dan sosial media lainnya. “Saya memang suka ganti-ganti foto. Saat itu, ada yang menawari jadi model endorse. Namun kebanyakan sih dapet channel dari teman kuliah,” ungkap mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Produk yang ia promosikan sendiri bukan hanya produk fashion, kadang ia juga mengenalkan produk non fashion berupa produk kecantikan hingga makanan. Semua tergantung tawaran yang datang kepadanya. “Kebanyakan sih fashion, mulai dari baju, topi dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Keuntungan menjadi model endorse bagi Rizka sangatlah banyak. Selain menambah uang saku, ia bisa menambah relasi dan punya banyak teman yang bisa dimanfaatkan menjual produk endorse lainnya. Kebanyakan pengguna jasanya adalah toko on line dari luar Semarang. “Paling enak ya dapat produk gratis,” candanya.

Produk yang diberikan si pengendorse pun bisa ia gunakan, terutama produk fashion. Terkadang ia merasa bangga untuk memakainya sehari-hari lantaran didapatkan dengan hasil keringatnya sendiri. “Banyak yang tahu kalau itu diberi dari pemilik on line shop. Yah, sekalian bantuin promosi. Lagian produk yang dijual juga bagus dan kualitas tinggi,” katanya.

Setiap kali menjadi model endorse, Rizka mengaku tidak mematok bayaran. Ia lebih melihat produk dan penjual on line shop yang menggunakan jasanya. Selain itu, ia juga bisa menambah referensi pakaian yang pastinya menunjang kariernya sebagai model.

“Dari endorse suatu produk, jadi lebih banyak dikenal, jadi lebih banyak job juga. Intinya sih saya senang kalau yang endorse puas dan penjualan mereka bisa naik,” pungkasnya. (fth/den/ida)

RDRS 20_03_2016 Followers 42 Ribu, Perusahaan Besar Antre

Tautan : http://www.radarsemarang.com

Kategori: