Fakultas Psikologi Unika Tangkal Tawuran dan Bullying Melalui Konseling Gratis di 32 Sekolah
Senin, 21 Maret 2016 | 18:13 WIB

DSC_1455Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata di dukung oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang telah melaksanakan kegiatan konseling gratis di 32 Sekolah SMA/SMK se Kotamadya Semarang yang melibatkan 102 Konselor dari Alumni Fakultas Psikologi Unika secara bersamaan pada hari Sabtu (19/3). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pembentukan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat  (FKPM) yang berada di sekolah untuk meniadakan tawuran dan mengurangi tingkat bullying di sekolah. Menurut Kasatbinmas Polrestabes Semarang, Kompol Ristiana Pasaribu yang ditemui saat peninjauan di SMK Negeri 5 Semarang, Konseling ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tawuran antar pelajar dan bullying yang ada di sekolah,

“Kami berusaha untuk menekan tindakan kriminalitas yang berpotensi dilakukan oleh pelajar. Kami terlebih dahulu melakukan tindakan preventif yaitu memberikan edukasi sebelum melakukan tindakan represif. Karena melalui tindakan preventif tersebut kami harapkan para pelajar mengerti bahwa tugas utamanya adalah menimba ilmu dan tidak melakukan tawuran maupun bullying. Kemudian hasil dari konseling ini akan menjadi pedoman Satbinmas dan Guru BP dalam memberikan penanganan lebih lanjut kepada para pelajar tersebut,” jelas Kompol Ristiana

Senada dengan penuturan Kompol Ristiana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs. Bunyamin, M.Pd juga mendukung kegiatan konseling gratis yang diadakan dalam rangka Catur Windu Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata,

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan konseling di 32 Sekolah ini. Kami menyadari bahwa tindakan bullying maupun gesekan antar pelajar yang mengakibatkan tawuran masih marak terjadi, maka dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menekan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh pelajar. Perlunya pengawasan dari orang tua tak cukup dengan menyerahkan anaknya kepada sekolah untuk di didik, karena pada awalnya permasalahan dalam keluarga membawa anak-anak dalam permasalahan diluar keluarga pula. Kedepan kami juga ingin mengadakan kerjasama dengan Fakultas Psikologi seluruh Universitas yang ada di Semarang untuk membentuk Family Schooling dan ditujukan kepada orang tua untuk bagaimana cara memberikan didikan yang baik kepada anak sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari” Jelas Bunyamin.

Tamu Istimewa

Dalam kegiatan konseling di 32 sekolah tersebut, terdapat tamu istimewa dari Malaysia, Dr. Geshina Ayu Mat Saat yang merupakan pemerhati pendidikan sekaligus Psikolog dari Universitas Science Malaysia juga mengemukakan permasalahan mengenai pendidikan yang ada di Malaysia tak jauh berbeda dengan di Indonesia,

“Kami juga mengalami problem dalam penanganan peserta didik yang mengalami maupun menjadi pelaku bullying. Dahulu di Malaysia terdapat pembinaan dengan  kedua orang tua murid, namun akhir-akhir ini menjadi berubah. Yang seharusnya pembinaan terhadap kedua orang tua murid menjadi pembinaan dengan guru dan ibu dari peserta didik. Padahal peran ayah dalam keluarga cukup mendominasi. Tak cukup ibu dan guru saja yang terlibat dalam peran mendidik anak, namun peran ayah juga disadari sangat penting. Maka seperti yang dicetuskan oleh Pak Bunyamin tadi, saya sangat setuju dengan diadakannya Family Schooling,” tungkasnya.

Lebih lanjut, menurut ketua panitia Catur Windu Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, Dr. Kristiana Harjanti, M. Si mengungkapkan bahwa kegiatan konseling ini merupakan bagian dari kegiatan Reuni Akbar Fakultas Psikologi yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2016 yang akan datang.,

“Kegiatan ini sebagai kelanjutan dari reuni akbar 32 Tahun Fakultas Psikologi. Dalam kegiatan ini, kami mengundang 102 Konselor untuk ikut bagian dalam konseling gratis ini. Selain konseling gratis, masih banyak agenda yang akan disongsong menuju Reuni Akbar nanti diantaranya Seminar LGBT dan Narkoba serta Workshop yang akan diadakan pada 16 April nanti. Kami berharap konseling gratis ini dapat dirasakan manfaatnya dan kedepan tidak hanya 32 sekolah, namun seluruh sekolah yang ada di Semarang dapat terlayani dengan adanya konseling gratis ini,” imbuhnya. (Ign)

Kategori: ,