Fakultas Psikologi Unika Beri Konseling Gratis di 32 Sekolah
Rabu, 23 Maret 2016 | 7:47 WIB

Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata di dukung oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang telah melaksanakan kegiatan konseling gratis di 32 Sekolah SMA/SMK se Kota Semarang pada hari Sabtu (19/3/2016) laluTRIBUNJATENG SEMARANG – Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata di dukung oleh Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polrestabes Semarang dan Dinas Pendidikan Kota Semarang telah melaksanakan kegiatan konseling gratis di 32 Sekolah SMA/SMK se Kota Semarang pada hari Sabtu (19/3/2016) lalu

Konseling yang melibatkan 102 Konselor dari Alumni Fakultas Psikologi Unika dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari pembentukan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

Dalam keterangan tertulisnya kepada Tribun Jateng, Selasa (22/3/2016) Kasatbinmas Polrestabes Semarang, Kompol Ristiana Pasaribu yang menjelaskan, konseling ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya tawuran antar pelajar dan bullying yang ada di sekolah.

"Kami berusaha untuk menekan tindakan kriminalitas yang berpotensi dilakukan oleh pelajar. Kami terlebih dahulu melakukan tindakan preventif yaitu memberikan edukasi sebelum melakukan tindakan represif. Karena melalui tindakan preventif tersebut kami harapkan para pelajar mengerti bahwa tugas utamanya adalah menimba ilmu dan tidak melakukan tawuran maupun bullying," tulis Ristiana.

Hasil dari konseling tersebut akan menjadi pedoman Satbinmas dan Guru BP dalam memberikan penanganan lebih lanjut kepada para pelajar.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Drs. Bunyamin, MPd juga mendukung kegiatan konseling gratis yang diadakan dalam rangka Catur Windu Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan konseling di 32 Sekolah ini. Kami menyadari bahwa tindakan bullying maupun gesekan antar pelajar yang mengakibatkan tawuran masih marak terjadi, maka dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat menekan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh pelajar. Perlu juga pengawasan dari orang tua, karena tak cukup dengan menyerahkan anaknya kepada sekolah untuk di didik, karena pada awalnya permasalahan dalam keluarga membawa anak-anak dalam permasalahan diluar keluarga pula," terang Bunyamib.

Kedepan, Bunyamin ingin mengadakan kerjasama dengan Fakultas Psikologi seluruh Universitas yang ada di Semarang untuk membentuk Family Schooling dan ditujukan kepada orang tua untuk bagaimana cara memberikan didikan yang baik kepada anak sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari.

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: