Belajar dari Thailand – Pembenahan untuk Kesejahteraan Rakyat
Senin, 28 Maret 2016 | 15:12 WIB

SM 28_03_2016 pembenahan untuk kesejahteraan RakyatUNTUK menjaga mutu layanan BPJS Kesehatan, Indonesia dapat belajar dari beberapa negara, khususnya Asia yang sudah lebih dulu mengimpelementasikan skema asuransi kesehatan nasional. Thailand contohnya.

Pada 1970, Thailand mulai menerapkan kebijakan jaminan kesehatan bagi warga rentan dan miskin. Kebijakan tersebut berlanjut dengan memperkenalkan konsep Universal Health Coverage (UHC) pada 1975.

Selain warganya yang rentan dan miskin, kebijakan ini menambahkan jaminan kesehatan bagi warga yang hampir miskin.

Faktor banyak warga miskin yang berlum terdata, membuat Negeri Gajah Putih ini pada 2002 merombak sistem UHC menjadi 3 skema, yaitu Civil Servant Medical Benefit Scheme (CSMBS) bagi PNS, Universal Coverage Scheme (UCS) bagi pekerja swasta, dan Social Security Scheme (SSS) sebagai jaring pengaman jika tidak bisa masuk dalam kategori CSBS dan UCS.

Pada dasarnya, ketiga skema itu untuk mengontrol persyaratan penggunaan obatobatan yang sudah ada di dalam National List of Essential Drugs (NLED).

Namun dalam penerapannya, golongan CSMBS lebih banyak mendapatkan keuntungan dengan dokter yang murah hati memberikan obat di luar NLED.

Sangat mungkin, rumah sakit mendapatkan keuntungan lebih dari kebijakan para verifikator yang meloloskan obat di luar NLED. Tagihan yang membengkak lima kali lipat ini tidak dialami oleh ketegori swasta, terlebih rakyat miskin.

Langkah yang diambil pemerintah adalah dengan sering mengundang dokter dan industri farmasi untuk menentukan daftar obat yang digunakan.

Langkah tersebut selain untuk menghindari dari dokter ìmurah hatiî juga untuk mencari jalan tengah harga dan mutu obat dari industri farmasi.

Survei Kepuasan
Pemerintah menyadari bahwa untuk mengukur keberhasilan sistem salah satunya perlu adanya survei kepuasan. Untuk mengetahui tingkat kepuasan anggota UHC, NHSO melakukan survei kepuasan. Survei yang dilakukan oleh pihak ketiga, ABAC Poll Research Center Assumption University ini ditujukan kepada pasien dan provider.

Sepertinya hal ini yang bisa dilakukan Indonesia. Dari keluhan masyarakat melalui call center ini sebenarnya tingkat keberhasilan dan tingkat kepuasan bisa diukur. (61)

Kategori: