Atlet Muda Masih Sering Cemas
Senin, 7 Maret 2016 | 12:14 WIB

SM 07_03_2016 Atlit Muda masing sering cemas

SEMARANG – Psikolog dari Unika Soegijapranata Ferdinand Hindiarto mengakui, para atlet Pelatda Jateng yang menjalani tes psikologi beberapa waktu lalu butuh suntikan motivasi agar senantiasa memiliki semangat juang di arena PON XIX nanti.

"Hasil tes kami, jika diambil grid satu hingga tiga, atlet Pelatda nilainya di tengah-tengah. Banyak atlet yang terus diberi motivasi. Faktor kepercayaan diri dan kecemasan masih ada. Ini yang menjadi ‘PR’ kami, dan tentu saja para pelatih yang memoles mereka," kata Ferdinand usai memberikan paparan dalam Seminar Hasil Tes Psikologi, Tes Kesehatan dan Kondisi Fisik Atlet Pelatda Jateng di Kantor KONI Jateng, Semarang, Sabtu (5/3) lalu.

Berikan Pujian
Dia menyebut, faktor kepercayaan diri dan kecemasan bisa timbul karena berba-gai faktor, misalnya status atlet yang masih belum banyak memiliki jam terbang. Bahkan, kecemasan bisa diakibatkan oleh bonus dan masa depannya sebagai atlet.

Berbagai solusi, kata dia, bisa diberikan kepada atlet. Misalnya, dengan yoga agar konsentrasi atlet bisa terarah ke satu titik tanpa dipengaruhi hal lain. Kecuali itu, biasakan atlet untuk mengenal venue lebih dekat, agar menguasai medan.

Ditambahkan dia, hal lain yang bisa dilakukan pelatih adalah bertindak sebagai psikolog. Berilah pujian saat atlet memperlihatkan kenaikkan prestasi dalam latihan.

"Pelatih jangan pelit memuji. Pujian sangat berdampak bagi mental atlet. Sebaliknya, jangan memarahi atlet di depan kawan-kawannya," katanya.

Ferdinand juga mengajak semua pelatih Jateng untuk memiliki personal goal setting, termasuk kepada atletnya. "Harus punya tujuan yang dicapai secara jelas. Selain itu, menantang atlet dengan target, tapi yang realistis," katanya.

Ferdinand juga menemukan ada beberapa atlet yang sudah merasa nyaman sekadar lolos ke PON. Mereka akan bersuka cita dengan selfie di venues atau tempat-tempat yang terkait dengan PON. "Ini juga perlu diberi pengertian, bahwa tampil di PON adalah untuk prestasi. Seandainya tidak meraih medali pun, ada peningkatan prestasi dari sebelumnya sehingga pada event lain atau PON 2020 bisa mendapat medali," kata mantan manajer tim PSIS itu, sambil menyebut sikap tersebut dimiliki para atlet pendatang baru. (A4-21)

Kategori: