Menata Simpanglima, Tak Hanya soal Parkir
Senin, 22 Februari 2016 | 9:12 WIB

SM 22_02_2016 Menata Simpang 5, tak hanya soal parkir

Jadikan Semarang Kota Nyaman

SEMARANG – Kemacetan di Kawasan Simpanglima yang disebabkan oleh parkir di bahu jalan perlu secepatnya ditata. Keberadaan parkir liar itu selama ini disebabkan dari keberadaan PKL makanan. Janji Wali Kota Hendrar Prihadi untuk menata kawasan tersebut dalam satu bulan ke depan harus tuntas pun patut diapresiasi.

Dosen Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno sekaligus pakar transportasi mengatakan, dia menyangsikan jika dalam waktu yang pendek masalah tersebut bisa tuntas. Pasalnya, masalah yang ada di kawasan itu banyak yang harus diselesaikan.

’’Masalahnya tidak hanya parkir yang semrawut, ada PKL makanan, penyewa mainan, penyewa sepeda malam, pengamen jalan, juru parkir yang selama ini jadi pendukung penguasa yang sudah nyaman dengan kondisi seperti sekarang ini,’’ katanya, Minggu (21/2). Keberadaan tenda PKL di seputaran Simpanglima, menurutnya, juga telah menghilangkan hak para pejalan kaki.

Butuh Konsep Matang

Menjadikan kawasan Simpanglima menjadi city walk pun, lanjut Djoko, masih sekadar mimpi karena butuh konsep yang matang. ’’Pemkot Semarang perlu belajar dengan Pemerintah Kota Bandung yang sukses menata Alun-alun Kota Bandung.

Kegiatan car free night dan car free day di Bandung diselenggarakan secara terencana dan matang, hasilnya pun bagus,’’ jelasnya. Djoko pun membayangkan, jika Simpanglima menjadi city walk pejalan kaki pasti lebih nyaman dan pengunjung yang datang pun semakin banyak. Para wisatawan pun juga akan menjadikan Simpanglima sebagai salah satu destinasi wisata baru.

’’Sementara itu, sekarang kita sebagai warga Kota Semarang baru bisa sebatas mimpi, kapan Kota Semarang bisa berubah lebih dari yang sekarang. Kota humanis berawal dari pemimpin yang humanis. Semoga dalam lima tahun ke depan bukan harapan lagi, tapi bisa jadi kenyataan,’’ tandasnya.

Untuk mewujudkan Kota Semarang yang nyaman untuk ditinggali, Djoko pun menyaratkan beberapa hal. Di antaranya kualitas tata kota, ketersediaan RTH, tingkat pencemaran lingkungan yang rendah, tingkat kelancaran lalu lintas, kondisi jalan, kualitas fasilitas pejalan kaki dan kaum difabel serta tingkat kriminalitas yang sangat rendah. (H84-58)

Tautan : http://berita.suaramerdeka.com

Kategori: ,