Ini Wejangan Rektor Unika yang Merupakan Warga Kabupaten Semarang Untuk Mundjirin dan Ngesti
Kamis, 18 Februari 2016 | 9:27 WIB

Pelantikan 17 Kepala Daerah di Simpanglima, Kota SemarangTRIBUNJATENG, SEMARANG – Setelah dilantik, tindakan dan kebijakan Mundjirin dan Ngesti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Semarang akan segera ditunggu masyarakat. Lalu apakah prioritas pekerjaan yang harus dituntaskan?

Rektor Unika, Prof Budi Widianarko yang berdomisili di Bawen menguraikan tantangan Bupati Kabupaten Semarang yang baru kepada Tribun Jateng. Berikut uraiannya.

Pada dasarnya urusan kemiskinan dan lingkungan sesuai yang diuraikan Gubernur Jateng saat pelantikan memang menjadi problematika umum. Meski demikian di Kabupaten Semarang, problem konversi lahan menjadi hal yang sangat penting.

Seperti kita ketahui pembangunan Industri di Kabupaten Meningkat, Pembangunan Jalan Tol juga memacu dibukanya jalan lingkar dan beberapa jalan baru di Kabupaten Semarang. Disatu sisi itu bagus untuk kemajuan infrastruktur, namun bila kita cermati ada beberapa lahan pertanian yang hilang.

Kita ambil contoh saja misalnya jalan lingkar Ambarawa, itu kan menarik para investor lokal untuk membangun tempat usaha, atau hunian di tepi-tepi jalan akhir-akhir ini bisa kita lihat sudah mulai bermunculan bangunan. Hal itu akan menggusur fungsi awal yakni lahan pertanian.

Artinya, Bupati dan Wakil Bupati yang dilantik saat ini harus berkomitmen benar dengan disiplin tataruang yang sudah disepakati, karena kalau tidak ini akan menurunkan salah satu potensi kita.

Dengan dibangunnya banyak infrastruktur pasti potensi yang sudah pasti naik adalah industri dan pariwisata. Bawen-Semarang banyak sekali Industri mulai dari tekstil hingga jamu. Di bidang pariwisata kita punya Bandungan, Rawapening yang disekitarnya banyak objek wisata tumbuh,

Jika penataan tidak dilakukan secara baik maka salah satu potensi bisa jadi tidak maksimal. Kehadiran jalan tol dengan pintu di Bawen harusnya disinkronkan juga dengan wisata di sekitarnya yang bersifat agrikultur seperti Tlogo Plantation, Hortimart, atau Kampung Kopi Banaran.

Produk-produk lokal seperti berbagai kerajinan eceng gondok dari rawa pening juga harus menjadi sajian utama atau jualan utama dalam berbagai objek itu. Semoga pasangan pemimpin yang baru ini bisa, karena sebenarnya Kabupaten Semarang banyak sekali potensi, tinggal butuh pengelolaan yang baik. (*)

Tautan : http://jateng.tribunnews.com

Kategori: