FKLA Capai Beberapa Kesepakatan Bersama
Selasa, 9 Februari 2016 | 18:31 WIB

IMG_4956Forum Kerjasama LPPM Aptik (FKLA) yang didirikan pada tanggal 12 Desember 2015 lalu, telah mengadakan kegiatan workshop yang diselenggarakan di Griya Paseban pada hari Kamis – Sabtu, tanggal 4 – 6 Februari 2016, dengan tujuan untuk membangun kerjasama di bidang riset dan penelitian serta pengabdian masyarakat antar LPPM perguruan tinggi di lingkungan APTIK.

Acara workshop yang dihadiri oleh kurang lebih 14 perwakilan LPPM dari total 18 perguruan tinggi katolik yang tergabung dalam APTIK, telah dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko, M.Sc sebagai Rektor Unika Soegijapranata sekaligus sebagai Ketua JLPMA APTIK.

“APTIK adalah asosiasi badan penyelenggara yayasan atau kumpulan yayasan, maka APTIK sebenarnya lebih banyak membantu yang sifatnya fondasi atau pengembangan kapasitas, contoh misal training dosen atau lainnya. Oleh karena itu kegiatan FKLA yang bernaung di bawah universitas semestinya juga perlu dihargai karena spirit kerja samanya yang dibangun untuk saling membantu antara perguruan tinggi yang besar dengan yang kecil atau dengan kata lain mendorong tumbuhnya paguyuban solidaritas dan subsidiaritas antar perguruan tinggi di APTIK, yang hasilnya diharapkan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas perguruan tinggi yang tergabung dalam APTIK supaya lebih merata,” jelas Prof. Budi.

Lebih jauh Prof. Andreas Lako sebagai koordinator FKLA, juga menjelaskan beberapa hasil kesepakatan yang diperoleh dalam kegiatan FKLA ini. “Pertemuan yang dihadiri 14 pimpinan LPPM APTIK menghasilkan sejumlah kesepakatan antara lain  adanya visi atau tema besar riset dan pemberdayaan masyakarat FKLA 2016-2017 yaitu pengentasan kemiskinan dan kelestarian lingkungan, penulisan bersama buku “Metodologi Riset dan Etika Penulisan”, penelitian bersama baik utk proyek riset Dikti maupun non Dikti, pengabdian masyarakat bersama yg akan diawali dari proyek pengabdian masyarakat (PM)  Misereor yang terbagi dlm 2 kluster, yaitu: Kluster 1 (Univ Atmajaya Jakarta, Unpar, Stikes Sint Carolus, Univ Katolik Musi Caritas Palembang, Unika St Thomas  Medan), Kluster 2 (Univ Atma Jaya Yogya, Univ Widya Mandala Madiun, Univ Widya Karya Malang, Stikes Erkaset, Univ Widya Mandira Kupang), penyelenggaraan bersama “The 1st APTIK Conference  on Poverty and Environment” pada bulan September atau Oktober 2016 bekerja sama dengan Australian Universities of Technology Network (ATN), penerbitan  prosiding atau jurnal bersama, dan pendanaan riset bersama via lembaga Aptik” ungkap Prof. Andreas. (Fys)

Kategori: