Akulturasi Antaretnis di Pasar Semawis
Senin, 1 Februari 2016 | 10:34 WIB

SM 30_01_2016 Akulturasi Antaretnis di Pasar SemawisSEMARANG – Pasar Imlek Semawis yang tahun ini digelar untuk kali ke-13 bukan hanya menjadi salah satu ikon budaya Kota Semarang, melainkan menjadi pembauran beragam etnis di Kota Lunpia.

Pasar Imlek Semawis, yang bakal digelar 4-6 Februari mendatang di Kawasan Pecinan, mulamula diselenggarakan pada 2004, menyusul diresmikannya Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional, dengan nama Waroeng Semawis.

Pasar tersebut terselenggara atas gagasan perkumpulan Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis). “Dari tahun ke tahun semakin banyak pihak yang ikut kami libatkan dan isian kegiatannya pun semakin beragam.

Isinya bukan hanya kekayaan ragam etnis Tionghoa, tetapi juga Jawa dan Arab,” kata pengurus Kopi Semawis, Benita Arijani, kemarin. Pembauran tersebut mewujud dalam berbagai kegiatan, seperti pentas seni, suguhan kuliner, hingga berbagai pernik khas Semawis.

Ketiga ragam etnis tersebut, menurut dia, tak bisa dipisahkan dan telah berakulturasi. Sebagai ajang pembauran etnis, Benita mengatakan Pasar Semawis telah menjadi agenda besar yang dinanti, baik oleh para pelaku usaha maupun warga Kota Semarang.

Rektor Unika Soegijapranata, Yohanes Budi Widianarko, mengapresiasi kerja Kopi Semawis yang menggagas acara ini. ”Akulturasi antaretnis di Semarang menjadi kata kunci karena sampai saat ini mampu bertahan. Akulturasi juga modal utama agar bisa terus terselenggara,” ujarnya.

Promosi Wisata

Tokoh masyarakat Kelurahan Kranggan, Indra Lukito, menyatakan penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis sekaligus menjadi promosi wisata budaya bagi Pecinan.

”Sudah menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Pecinan,” kata Indra. Untuk itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kranggan itu berharap penyelenggara melakukan evaluasi pelaksanaan dari tahun ke tahun.

“Supaya hasilnya selalu lebih baik dari tahun ke tahun.” Panitia menyatakan tidak akan menutup total Jalan Wotgandul Timur, melainkan hanya sebagian.

Hal ini berbeda dengan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya. Arus dari arah Beteng ke Sebandaran akan dibuka mulai pukul 00.00-15.00, setelah itu ditutup total karena akan digunakan sebagai area ”tuk panjang” pada saat pembukaan, Kamis (4/2). (dhz-91

sumber : berita.suaramerdeka.com

Kategori: ,