RETRET UNIKA 2016 : Bersahaja yang Memerdekakan
Jumat, 29 Januari 2016 | 8:50 WIB

Retret Dosen Karyawan 2016-1Pada Tahun Ajaran 2015/2016 ini, The Soegijapranata Institute (TSI) menyelenggarakan retret untuk dosen dan tenaga kependidikan Unika Soegijaparanata. Retret yang kedua kalinya ini diadakan di Pertapaan Rawaseneng, Temanggung pada hari Rabu-Jumat, 20-22 Januari 2016. Hadir sebagai pembimbing adalah Rama Dr. CB. Mulyatno Pr, dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma.

Para peserta retret diajak untuk mengolah dan menggali makna ugahari-mandiri dalam pengalaman hidup. Rama Mulyatno membahasakannya dengan rumusan lain, yakni bersahaja yang memerdekakan. Dalam permenungan, peserta diajak untuk menimba inspirasi kesahajaan dari Bunda Maria, Ibu Theresa dari Kalkuta, dan Paus Fransiskus.

Retret Dosen Karyawan 2016-2“Hidup bersahaja atau sederhana merupakan kondisi yang dipilih dan dirangkul dengan gembira dan komitmen pribadi berlandaskan pada iman akan Yesus sebagai teladan”, tegas Rama Mulyatno.

Lebih lanjut diuraikan, ugahari atau matiraga berarti upaya mengekang keinginan atau kebutuhan yang melampaui kebutuhan hakiki untuk hidup sejahtera. Bersahaja menjadi tanda kedewasaan pribadi yang mampu mengambil pilihan dan sikap yang jelas.

“Mengambil pilihan yang jelas dan berani menanggung akibatnya melahirkan kemerdekaan batin. Orang yang hidup bersahaja mampu melihat kesejahteraan secara utuh, baik sehat jasmani, rohani, budi, maupun sosial”, tutur pastor yang mempersembahkan uang sertifikasi dosennya untuk membiaya beberapa orang muda berkuliah.

Retret Dosen Karyawan 2016-3Selama permenungan pribadi para peserta menjalani meditasi atau doa di taman doa kompleks Pertapaan Rawaseneng yang asri dan indah. Seraya melatih kepekaan hati terhadap suara-suara di alam dan sentuhan angin yang lembut. Sehabis makan siang para peserta bisa “berdialog” dengan sapi-sapi yang dipelihara para rahib.

Retret Dosen Karyawan 2016-4“Hati saya merasakan kedamaian saat mengikuti ibadat-ibadat bersama para rahib di kapel, entah pagi maupun malam”, tutur Pak Dadut Setiadi dalam kesaksiannya.

Pengalaman pak Dadut ini juga dirasakan oleh hampir sebagian peserta retret. Pada malam terakhir para peserta diberi kesempatan menerima Sakramen Tobat. Setiap hari juga diadakan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rama CB Mulyatno Pr dan Rama Y. Gunawan Pr secara konselebrasi. # Gunawan

Kategori: