Pembangunan Kampung Bahari Perlu Libatkan Pakar Lingkungan
Rabu, 13 Januari 2016 | 8:36 WIB

Kampung nelayan di Tambak Mulyo yang akan disulap menjadi Kampung Wisata Bahari. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammadMETROSEMARANG .COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merealisasikan Kampung Wisata Bahari Tambaklorok di Semarang Utara hendaknya juga melibatkan tim ahli di bidang lingkungan. Bagaimanapun, proyek senilai ratusan miliar tersebut bakal berdampak pada lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat setempat.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Djoko Soewarno mengungkapkan langkah Pemkot Semarang dinilai sudah baik dengan rencana tersebut, hanya saja dia meminta pembangunan lebih memperhatikan kondisi perairan di sana. “Jadi, di sana permukaan air naik turunnya tinggi juga,” kata Joko, Jumat (8/1)

Dia juga mengimbau agar dampak lain akibat sedimentasi dan segala kotoran yang terbawa arus dari wilayah atas yang mengalir melalui sungai bisa diantisipasi, agar tidak menimbulkan pencemaran terhadap biota laut. “Hati-hati nanti sedimen dari atas dengan segala kotorannya, bisa menyebabkan sumber daya ikan tercemar,” terangnya.

Untuk itu keterlibatan pakar sesuai keahliannya sangat diperlukan mengingat pembangunan Kampung Bahari membutuhkan kajian mendalam untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. “Saya mohon supaya ada orang yang benar-benar paham lingkungan,” tandasnya.

Kampung Wisata Bahari Tambaklorok merupakan proyek pembangunan yang didanai pemerintah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Ditjen Sumber Daya Air (SDA), dari Kementerian Pekerjaan Umum. Anggaran untuk proyek ini sebesar Rp 151 miliar, yaitu untuk konstruksi dan supervisi sebesar Rp 6 miliar.(CR-08)

sumber : metrosemarang.com

Kategori: