67 Mahasiswa Unika, KKN Garap Desa Wisata
Kamis, 14 Januari 2016 | 7:36 WIB

KR 13_01_2016 67 Mahasiswa Unika KKN Garap Desa WisataSEMARANG (KRjogja .com)– Daerah Kandri dan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati, Semarang memiliki potensi dijadikan daerah wisata dalam negeri (lokal), sehingga masyarakat di dua desa tersebut perlu mendapat bantuan pendidikan atau pengetahuan di bidang wisata baik bidang ekonomi, sosial budaya, seni dan lain sebagainya.

Kepada pers di Semarang Rabu (13/01/2016) Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Andreas Lako menyatakan, dengan pemberian bantuan teknis dan ilmu tentang wisata pada masyarakat kedua desa itu maka masyarakat akan bisa memanfaatkan secara optimal keberadaan beberapa objek yang ada di sekitar mereka. Sehingga mereka tidak malahan menjadi “penonton” ekonomi wisata di daerah mereka kalau para pelaku ekonomi setempat justru kebanyakan dari luar daerah tersebut.

“Mereka bisa terlibat langsung, merasa memiliki dan menjaga lingkungan wisata mereka. Pemerintah daerah dan pihak lain perlu memberi bantuan sehingga mereka bisa memanfaatkan potensi yang ada di sana untuk mereka juga” ujar Prof Andreas.

Terkait dengan keterlibatan perguruan tinggi (PT) pada pengembangan wisata di Kandri dan Nongkosawit, Prof Andreas menyatakan Unika Soegijapranata sejak 2013 lalu sudah menjadikan dua desa tersebut sebagai daerah binaan Unika Soegijapranata. Daerah tersebut dijadikan daerah pengembangan UMKM dan daerah penelitian Unika Soegijapranata.

“Unika awal pekan ini juga mengirim 67 mahasiswanya melakukan KKN selama hampir sebulan di dua desa ini dan berupaya menghidupkan kembali dan meningkatkan usaha wisata di sana supaya makin bergairah dan banyak dikunjungi masyarakat. Beberapa program yang disiapkan oleh mahasiswa di antaranya program kebersihan, program kerajinan tangan, program kesenian, dan beberapa program lain yang arahnya mendukung desa Kandri dan Nongkosawit menjadi obyek wisata yang menarik bagi wisatawan lokal atau domestik” ujar Prof Andreas.

Prof Andreas Lako menambahkan kalau dirinya juga berpesan bagi para mahasiswa yang berangkat ke lapangan untuk selalu menjaga ketertiban dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat seraya menjaga nama baik almamater.(Sgi)

sumber : krjogja.com, kr.co.id

Kategori: