Pionner Hukum Kesehatan di Indonesia
Senin, 21 Desember 2015 | 13:07 WIB

kRONIKYudisium Pascasarjana Unika Soegijapranata telah dilaksanakan pada hari Sabtu (19/12) bertempat di Ruang Transit Theater, gedung Thomas Aquinas lt. 3, dengan melepas 8 mahasiswa Magister yang berada di bawah naungan Program Pascasarjana Unika Soegijapranata.

“Memberikan penghargaan yang luar biasa kepada para lulusan Magister Hukum Kesehatan & Magister Teknik Arsitektur, karena telah menjalani pendidikan S-2 selama kurang lebih 2 tahun dan dapat menyelesaikan studi nya dengan hasil yang luar biasa. Salah satunya ditunjukkan dengan wisudawan dengan IPK terbaik di Wisuda periode III tahun 2015 ini, yaitu Sita Dhantari dengan IPK 4,00 dari Magister Teknik Artistektur, selain itu jika dicermati tingkat kelulusan di Magister Hukum Kesehatan sangat tinggi dibanding program Magister yang lain, karena setiap tahun animo yang masuk sama banyaknya dengan yang lulus ”ungkap Ir. Lindayani, MP., Ph.D  sebagai  Dekan Fakultas Pascasarjana Unika.

Lebih jauh ketika dilihat dari latar belakang para wisudawan Pascasarjana ini, ternyata ada beberapa hal yang sangat menarik yang perlu diketahui yaitu ada 2 orang wisudawan program Magister Hukum Kesehatan yang   kakak beradik dan berhasil menyelesaikan studi  S-2 secara bersamaan. Kedua wisudawan tersebut adalah H Mulyana dan Dedi Mulyadi.

“ Kami masuk kuliah bersamaan, adik saya (Dedi Mulyadi) sebagai staf dosen dan saya sebagai Ketua Yayasan. Adik saya mengajar di salah satu PTS Kesehatan sehingga dengan kuliah di Magister Hukum Kesehatan tentu sangat linier dengan ilmunya, “ jelas H Mulyana.

Lebih lanjut H Mulyana menjelaskan “Ada 11 PTS yang ada dibawah yayasan kami, dan ada 30 SMK Kesehatan di seluruh Indonesia, khusus di Jawa Tengah ada 2 SMK kesehatan yaitu di Batang dan di Kendal, serta 1 Akademi Kebidanan di Kendal. Staf saya juga ada 7 orang yang sudah selesai studi di Magister Hukum Kesehatan Unika, karena kami juga membawahi Kantor Hukum atau  LBH yang banyak membantu klien kami, yang rata-rata dari orang-orang kesehatan,” tutur Mulyana.

“Untuk Unika Soegijapranata, harapannya semoga  selalu  jaya dan berkembang untuk masa yang akan datang, selain itu untuk angkatan di Bandung harapannya bisa tetap bertahan, karena Program ini merupakan pioneer Hukum Kesehatan yang ada di Indonesia Khususnya Jawa Barat,” pungkas Mulyana. (Fys)

Kategori: