Pentingnya Literacy Asean Dalam Rangka MEA
Sabtu, 19 Desember 2015 | 14:38 WIB

_DSC0634Unika Soegijapranata telah menyelenggarakan Wisuda Diploma, Sarjana dan Pascasarjana periode III tahun 2015 pada hari Sabtu (19/12) di Auditorium Unika, gedung Albertus lantai 3. Jumlah wisudawan adalah sebanyak 251 wisudawan, dengan IPK terbaik  4,00 dari Magister Teknik Arsitektur yang diraih oleh Sita Dhantari yang menyandang predikat Cumlaude.

Rektor Unika Prof. Dr. Y Budi Widianarko dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada segenap wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan studinya. “Saya juga menyampaikan ucapan selamat dan terimakasih kepada segenap orang tua yang telah memilih universitas ini sebagai rumah belajar bagi putra dan putri bapak,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof Budi juga menyinggung soal kesiapan para lulusan Perguruan Tinggi di Indonesia khususnya di Unika, untuk berani menjawab tantangan integrasi ekonomi dan dunia kerja berkaitan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), yang sudah diambang pintu. “ Saya berharap para lulusan Unika Soegijapranata dapat selalu mengembangkan ilmu dan kemampuannya di bidang masing-masing dengan tanpa melupakan bahwa ke depan kita harus menjawab tantangan ekonomi global, yang harus diimbangi dengan mutu atau kualitas diri dan kemampuan bahasa yang baik,” ungkap Prof. Budi.

Literacy Asean

“Kita harus memperkuat literacy atau melek tentang Asean, supaya masyarakat Indonesia juga siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang merupakan sebuah integrasi ekonomi Asean dalam menghadapi perdagangan bebas antar negara-negara Asean. Unika sendiri sudah membangun kerjasama antar negara Asean terutama di perguruan tingginya, dengan banyak mengirimkan mahasiswa dan dosen untuk studi di wilayah Asean. Dengan demikian kita dapat menggali pengetahuan tentang Asean, karena masalah yang di hadapi oleh negara Asean adalah sama. Oleh karena itu kerjasama riset antar negara asean juga perlu dibangun untuk menjawab permasalahan yang muncul tersebut, disamping kita juga kita akan mendapat data tentang Asean yang saat ini masih langka.”jelas Prof. Budi. (Fys)

Kategori: