Orangtua Mampu Kembangkan Game Belajar Anaknya Sendiri
Selasa, 22 Desember 2015 | 8:13 WIB

KRJ 22_12_2015 Orangtua Mampu Kembangkan Game Belajar Anaknya SendiriSEMARANG (KRjogja .com)– Seiring dengan perkembangan jaman, terutama di jaman digital seperti sekarang ini, game ternyata banyak diminati oleh berbagai kalangan usia baik muda maupun tua. Tak terkecuali anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan berada dalam masa belajar. Oleh karena itu diperlukan pendampingan orang tua dan pendidik dalam mengontrol kebiasaan anak bermain game, terutama karena tidak semua game baik untuk anak-anak atau bersifat mendidik.

Berawal dari alasan itulah, Program Studi Game Technology Universitas katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menggelar seminar “Mudah Membuat Game sebagai Teman Belajar” yang diselenggarakan di Gedung Thomas Aquinas kampus setempat, Senin (21/12). Pembicara seminar di antaranya Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MS IEC (konsultan IT sekaligus dosen di prodi Game Technology) serta Aprillia Ratna Christanti dan Michael Satrio Prayogo (asisten peneliti dan penulis buku pembuatan game).

Dalam presentasinya, Dr Ridwan memaparkan tentang keefektifan metode pembelajaran dengan game. “Saat ini, anak-anak merupakan Digital Natives. Hampir semua anak sudah mengenal game dan penggunaan gadget bagi anak tidak terhindarkan lagi. Anak akan lebih tertarik jika pembelajaran dikemas menjadi sebuah animasi yang bisa dimainkan,” jelas Dr Ridwan.

Lebih lanjut Dr Ridwan menyampaikan bahwa peluang dalam membuat game ini sangat besar khususnya jika mempunyai anak yang suka bermain game.Dengan game edukasi, kita bisa mengurangi ketergantungan anak dengan game yang tidak mendidik. Setiap orangtua dapat membuatkan game yang sesuai untuk materi pembelajaran anaknya. Bahkan juga bisa menghasilkan pendapatan dari iklan-iklan yang dipasang oleh para pengiklan di internet.

Lebih lanjut menurut Dr Ridwan paparan dalam Seminar dan Workshop bisa menjadi bahan kajian bagi pendidik dalam mengajar, supaya proses belajar mengajar makin menarik bagi anak didiknya karena kontennya yang inovatif dan penuh tantangan. Sehingga tanpa disadari pembelajaran lewat game dapat mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arahan yang ingin dicapai oleh seorang guru.

Pada kegiatan seminar ini, Michael Satrio dan Aprillia Ratna mengajak peserta mempraktekkan cara membuat game yang mudah dan sederhana hanya dalam waktu 15 menit. Menurut salah seorang peserta dalam praktek pembuatan game, Haris menyatakan sangat terkesan dengan praktek pembuatan game yang ternyata sangat mudah.

“Sebelum datang di seminar ini, saya berpikir membuat game susah dan hanya orang-orang dari latar belakang komputer saja yang bisa membuat, namun ternyata dalam prakteknya orang awam-pun bisa membuatnya,” tukas Haris. Dengan begitu, orangtua atau guru dapat mengembangkan game pembelajaran untuk anak atau siswanya sendiri. (Sgi)

sumber : krjogja.comnews.okezone.com

Kategori: