Orang Tua Bisa Kembangkan Game Belajar untuk Anak
Minggu, 27 Desember 2015 | 0:18 WIB

SM 23_12_2015 Orang Tua Bisa Kembangkan Game Belajar Untuk AnakSEMARANG – Seiring dengan perkembangan zaman terutama di era digital ini, game ternyata banyak diminati berbagai kalangan, baik muda maupun tua. Tak terkecuali anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan berada dalam masa belajar. Karena itu, diperlukan pendampingan orang tua dan pendidik dalam mengontrol kebiasaan anak bermain game, terutama karena tidak semua game baik untuk anak-anak atau bersifat mendidik.

Berawal dari alasan itulah, Program Studi Game Technology Unika menyelenggarakan seminar bertajuk ”Mudah Membuat Game sebagai Teman Belajar”, Senin (21/12) di ruang seminar lantai II Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata. Pembicara Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MSIEC sebagai konsultan IT sekaligus dosen program studi tersebut, Aprillia Ratna Christanti dan Michael Satrio Prayogo dari asisten peneliti sekaligus penulis buku pembuatan game.

Dalam presentasinya, Dr Ridwan memaparkan tentang mengapa metode pembelajaran dengan game lebih efektif. ”Saat ini anak-anak merupakan digital natives. Hampir semua anak sudah mengenal game dan penggunaan gadget bagi anak tidak terhindarkan lagi. Anak akan lebih tertarik jika pembelajaran dikemas menjadi sebuah animasi yang bisa dimainkan,” kata Ridwan dalam rilis kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia mengatakan, peluang dalam membuat game sangat besar, khususnya jika mempunyai anak yang suka bermain game. ”Dengan game edukasi, kita bisa mengurangi ketergantungan anak pada game yang tidak mendidik. Setiap orang tua dapat membuatkan game yang sesuai untuk materi pembelajaran anak. Bahkan, kita juga bisa menghasilkan pendapatan dari iklan yang dipasang oleh para pengiklan di internet,” ungkapnya.

Paparan dalam seminar dan workshop ini bisa menjadi bahan kajian bagi pendidik, terutama guru dalam mengajar, supaya proses belajar-mengajar makin menarik bagi anak didik, karena kontennya yang inovatif dan penuh tantangan. Dengan demikian, tanpa disadari dapat mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar-mengajar sesuai dengan arahan yang ingin dicapai guru.

Mudah dan Sederhana

Selain seminar, peserta juga diajak mempraktikkan bagaimana cara membuat game yang mudah dan sederhana, hanya dalam waktu 15 menit. Materi ini yang dibawakan oleh Michael Satrio dan Aprillia Ratna.

Salah seorang peserta, Haris, menyatakan sangat terkesan dengan praktik pembuatan game yang ternyata sangat mudah. Saya berpikir membuat game susah, namun, ternyata praktiknya orang awam selain dari bidang keahlian komputer pun bisa membuatnya,” kata Haris. (D9-37)

Kategori: