Keberagaman Adalah Kurnia
Selasa, 15 Desember 2015 | 16:08 WIB

Foto abdul haris fitriPluralisme merupakan suatu keadaan masyarakat yang majemuk, demikian yang diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pluralisme ini selalu menunjuk pada sebuah tingkatan kemajemukan dan keanekaragaman dalam lingkup kehidupan bermasyarakat. “Adalah multikulturalisme dan pluralisme yang mencakup realitas kehidupan di Indonesia. hal semacam ini menjadi bagian yang tak terpisahkan di sekitar kita” demikian menurut Abdul Haris Fitrianto, salah satu wisudawan Magister Psikologis Unika Soegijapranata

“Perbedaan framing identitas SARA terhadap intensi menolong dilihat dari kompleksitas identitas sosial (Studi eksperimental)”, demikian judul tesis dari pria yang akrab disapa dengan mas Haris Ini. Beliau mengambil tema tesis tersebut karena aspek multikultural dan pluralisme dalam lingkup masyarakat Indonesia merupakan sebuah pioneer bagi peradaban nusa dan bangsa namun juga memiliki potensi untuk merusak keragaman dalam budaya Indonesia.

“Dalam tesis saya ini, saya mengambil penelitian pada mahasiswa sendiri. Alasannya, karena saya merasa bahwa kehidupan mahasiaswa merupakan salah satu cerminan dari kehidupan pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia meskipun hanya lingkup kampus saja.” Tutur Haris yang juga menjadi tenaga pengajar di salah satu Universitas Negeri di Semarang ini.

Selain kuliah sebagai mahasiswa Magister Psikologi Unika Soegijapranata, Haris juga menjadi tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. “jadi kalo pagi saya menjadi seorang dosen psikologi tapi ketika sore saya kembali menjadi mahasiswa, jadi saya tenaga pengajar iya, mahasiswa juga iya” lanjut beliau tentang kegiatan beliau diluar kuliah.

Selain sebagai salah satu pengajar di Universitas Negeri Semarang, pria yang bernama lengkap Abdul Haris Fitrianto Ini juga mendirikan rumah buku simpul Semarang (www.simpulsemarang.org) yang kegiatannya menurut beliau juga untuk mengembangkan intelektual mahasiswa agar aktif dan peka terhadap lingkungan. “dan ini juga menjadi sebuah eksperimen sosial yang benar-benar real” tutur mas haris saat diwawancarai oleh tim kronik. (WL)

Kategori: ,