Di Atas Langit Masih Ada Langit
Jumat, 18 Desember 2015 | 10:01 WIB

IMG_2879Banyak diantara mahasiswa tidak suka berorganisasi karena takut nilainya akan menurun. Namun siapa sangka, berawal dari organisasi, justru berbuah hasil dan bisa menjadi lulusan terbaik untuk wisuda periode III tahun 2015. Maria Prima Novita, yang merupakan mantan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi pada periode 2013/2014 berhasil menyelesaikan studinya dengan judul Skripsi “Stress pada Badan Pengurus Harian (BPH) Organisasi mahasiswa ditinjau dari Locus of Control Internal” ini berhasil menyabet gelar wisudawati terbaik dengan IPK 3,75.

“ Sebenarnya dulu saya sudah mengajukan judul bukan yang seperti sekarang ini. Ketika sudah sampai bab II dan bab III ternyata dari dosen pembimbing menyarankan untuk mengganti judul tersebut karena sesuatu hal. Saya jadi teringat saat berdinamika bersama dalam SMF kemarin, saya juga mengalami suatu kondisi stress yang dituntut untuk bekerja cepat dan dituntut deadline dan berusaha untuk menguji dengan variable Locus of Control Internal ini.”

Untuk diketahui, Locus of Control Internal ini memiliki arti bahwa individu yang yakin bahwa mereka merupakan pemegang kendali atas apa-apa pun yang terjadi pada diri mereka. Dara kelahiran Semarang, 13 November 1993 ini pun juga bercerita pengalaman ketika akan sidang skripsi.

“Saya sidang skripsi pada hari Senin, sedangkan hari Sabtu dan Minggu saya sedang lembur dengan banyak tugas pekerjaan yang ada di PPT (Pusat Psikologi Terapan Unika Soegijapranata). Jadi saya hanya belajar pada hari Senin pagi sebelum sidang. Namun puji Tuhan semua lancar dan saya bisa lulus.”

Tak hanya bercerita tentang pengalaman semasa menghadapi skripsi, pemilik hobi menonton film ini juga bercerita seputar pengerjaan skripsi dan suka duka dalam pengerjaannya. Ia bercerita ketika dalam pengambilan data, terkadang sering telat dikarenakan kesibukan dari subjeknya. Terkadang ketika sudah berjanji untuk bertemu namun pada beberapa jam sebelum bertemu ada yang dibatalkan.

Sedangkan untuk penyemangat dalam mengerjakan skripsi, wanita yang akrab disapa Prima ini mendapatkan semangat dari keluarga dan teman-teman kuliahnya.

“Untuk penyemangat lebih besar sih, dari kakak saya. Dia terus menyemangati saya untuk menyusulnya untuk menyandang gelar sarjana dan berjanji akan memberikan hadiah jika saya berhasil mengerjakan skripsi ini. Saya tidak pernah menargetkan sesuatu secara rinci, namun dalam setiap langkah yang saya tempuh harus memiliki progress.” ungkapnya.

Disela-sela wawancara ini, Prima memberikan kata-kata mutiara seperti berikut,

“ Jangan pernah bermimpi setinggi langit, namun bermimpilah setinggi bintang. Karena ketika kita jatuh, kita tidak akan jatuh terlalu jauh karena kita masih berada di langit. Dan jangan pernah kita merasa lebih hebat dan lebih segalanya dari orang lain, karena diatas langit, masih ada langit.”

Ketika ditanya mengenai harapan untuk teman-teman seperjuangan yang saat ini masih belum maksimal dalam pengerjaan skripsi, ia memberikan sepatah kata untuk teman-temannya.

“ Apa yang telah direncanakan pasti ada hambatan pada saat menjalankannya. Tapi jangan pernah menjadikan hambatan itu sebagai penunjuk bahwa kita harus berhenti. Justru dengan hambatan itu, kita diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki rencana kita. Ingin bersedih boleh saja, namun jangan pernah berlarut larut. Tetap lanjutkan apa yang telah direncanakan, karena Tuhan memberikan hambatan itu untuk membentuk kita ke tujuan yang lebih baik dan pasti ada maksud baik dibalik rencanaNya” Imbuhnya. (Ign)

Kategori: ,