What Kind of Leader are You?
Selasa, 3 November 2015 | 16:04 WIB

IMG_2539Mini Worksop bertajuk “What Kind of Leader Are You?” yang digagas oleh BEMU dan bekerjasama dengan Great-Life Resources Sukses dilaksanakan. Bertempat di Ruang rapat LPPM lantai 4 Gedung Mikael pada tanggal 29 Oktober Pukul 17.30 ini diikuti oleh 24 Peserta dari UKM, SMF, BEMF ini dilaksanakan dengan narasumber Panduning Rat Swasti yang akrab disapa Pandu.

Sebagai pembuka dari Mini Workshop tersebut, Narasumber bercerita tentang track recordnya yang dilalui semasa menjalani kegiatan organisasi di Unika Soegijapranata. Berawal saat Neneknya meninggal pada akhir tahun 2009. Karena disaat itu dia melihat ayahnya berpidato dan membayangkan bahwa suatu saat nanti pasti akan ada gilirannya untuk berpidato minimal berpidato kematian. Pandu merasa tidak memiliki value dan skill agar bisa memberikan pidato yang berkesan. Hal ini membuat Panduning Rat Swasti yang akrab disapa Pandu tergerak untuk melakukan perubahan dalam hidupnya. Dimulai dari anggota BEMF Ilmu Komputer periode 2012/2013 hingga menjadi Ketua BEMU periode 2013/2014 serta Koordinator Supervisor ATGW 2014.

Dalam Mini workshop ini membahas 3 karakter seorang pemimpin, 3 aspek yang membentuk kepemimpinan dan 5 level kepemimpinan. Namun sebelum memulai sesi, dibuat terlebih dahulu kesepakatan dalam sebuah peraturan untuk ditaati selama workshop tersebut berlangsung. Peraturan yang paling ditekankan bahwa peserta harus open mind, harus mau membuka fikiran untuk bisa menerima materi.
Dimulai dengan sesi Pertama yaitu 3 karakter seorang pemimpin. Karakter seorang pemimpin yang pertama yaitu Efektif, hal yang dimaksudkan efektif ini adalah seorang pemimpin harus berdampak, dan memiliki pengaruh dalam kinerjanya. Yang kedua pemimpin harus Tumbuh, tumbuh disini menjadi semakin baik. Disini Pandu mengambil kata-kata mutiara dari Nabi Muhammad SAW yaitu

“ Kalau Anda lebih buruk dari kemarin, maka Anda celaka

Kalau Anda sama dengan hari kemarin, maka Anda merugi

Kalau Anda lebih baik dari hari kemarin, maka Anda beruntung”

Dan yang ketiga, seorang pemimpin harus berintegritas. Berintegritas berarti harus melakukan apa yang telah dikatakan, tentunya melakukan dengan sepenuh hati, utuh, sempurna dan komplit. Dalam sesi ini ditayangkan sebuah video yang menggambarkan seorang anak kecil berusaha mendorong pohon tumbang di tengah jalan sendirian dan akhirnya membuat orang di sekitarnya terpengaruh dan tergerak untuk mendorong pohon tumbang tersebut. Karena ini adalah workshop para peserta diminta untuk memberikan pendapat tentang video tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan sesi Kedua yaitu 3 aspek yang membentuk kepemimpinan. Pandu mengemukakan bahwa kepemimpinan dibentuk dari Person, People dan Purpose. Disini peserta diminta untuk menggabungkan 3 kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang mana akan menjadi arti kata kepemimpinan. Kalimat itu akan menjadi “ Pemimpin adalah seseorang (Person) yang bisa mempengaruhi banyak orang (People) untuk mencapai suatu tujuan (Purpose)”. Setelah mengemukakan aspek kepemimpinan, Pandu memberikan sebuah permainan yang bertujuan melatih peserta agar bisa mencari celah untuk memperbaiki dan merasa tidak cepat puas, fokus terhadap hal yang sedang dilakukan dan jika dalam berorganisasi ada anggota tim yang melakukan kesalahan bukan untuk disalahkan, tetapi untuk diberikan semangat dan motivasi dari seorang pemimpin juga koleganya serta menurunkan ego agar semua anggota organisasi dan pemimpin dapat saling mengikuti irama kekompakan dalam sebuah tim.

Untuk sesi terakhir, diisi dengan pemaparan 5 Level kepemimpinan yang diambil dari salah satu buku karangan John C. Maxwell. Level yang pertama adalah level kepemimpinan Position. Dalam level kepemimpinan ini seorang pemimpin diikuti oleh bawahannya hanya karena jabatannya bukan karena karakter, kinerja, dst. Kemudian level yang kedua yaitu Permission. Dalam tipe kepemimpinan ini, pemimpin diikuti oleh anak buahnya karena disukai saja, baik secara karakter ataupun sifat. Level ketiga dari kepemimpinan yakni Production,  di level ini, seorang pemimpin diikuti oleh anak buahnya karena dianggap sudah memberikan kontribusi atau membuktikan kinerjanya. Level keempat yaitu People Development, seorang pemimpin yang bisa membuat anak buahnya berkembang dan mempersiapkan kader penggantinya. Untuk level yang kelima yaitu Pinnacle, level kepemimpinan yang paling puncak dimana seorang pemimpin sudah sangat berdampak untuk organisasi/perusahaan tersebut hingga saat dia pergi dampaknya akan sangat terasa. Untuk level yang kelima ini sangat jarang yang bisa mencapainya, contohnya adalah Steve Jobs. Walaupun sudah meninggal namanya dan kiprahnya masih terdengar kemana-mana.

Diakhir pemaparannya, Pandu mengemukakakan sebuah pesan kepada semua peserta

“ Orang pintar banyak di luar sana, namun orang yang dapat memimpin orang-orang pintar tersebut yang jarang.” Pungkasnya. (Ign)

Kategori: ,