Unika Gelar Konferensi Internasional Urban Heritage
Senin, 16 November 2015 | 10:29 WIB

KR 15_11_2015 Unika Gelar Konferensi Internasional Urban HeritageSEMARANG (KRjogja .com)- Fakultas Arsitektur dan Design (FAD) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menggelar 4th International Conference on Urban Heritage and Sustainable Infrastructure Development (UHSID) 2015 di kampus setempat, Sabtu (14/11/2015).

Pembicara utama (pleno) konferensi tentang bangunan bersejarah ini terdiri Rektor Unika Prof Dr Ir Y Budi Widianarko MSc, Mr Steef Buijs (perwakilan LSM “PUM” Belanda) dan Mr Boudewijn Goudswaard (perwakilan konsultan Heritage Development “The Missing Link” Belanda). Selain pleno, sejumlah sidang paralel yang diikuti para pakar dari dalam dan luar negeri terkait bangunan bersejarah.

Pada paparannya Prof Budi Widianarko melihat terjadinya mis-komunikasi antar stake holder bangunan bersejarah termasuk Kawasan Kota Lama Semarang. Miskomunikasi antara masyarakat Kota Semarang, masyarakat yang ada di wilayah Kota Lama, pihak pemkot Semarang dan pihak terkait lainnya. Semua stake holder perlu bersama-sama memahami perlunya pelestarian kawasan kota lama Semarang seraya menghidupkan kembali kawasan tersebut. Sehingga nantinya kota lama bisa menjadi “City of Inspiration”-nya kota Semarang.

Senada dengan Rektor Unika, Mr Boudewijn Goudswaard menyatakan kawasan kota lama dengan berbagai macam bangunan tua bersejarah harus difungsikan kembali untuk aktifitas masyarakat. Jangan sampai dijadikan prasasti mati saja sehingga nantinya kawasan menjadi sepi dan mati. Difungsikannya kembali bangunan tua malahan bisa memperkuat “story line” atau garis cerita bangunan bersejarah di kawasan kota lama yang usianya mencapai puluhan tahun bahkan lebih ini.

“Kawasan kota lama butuh orang-orang yang datang ke sana, ada aktivitas di sana, ada public space yang aman dan nyaman untuk pengunjung, kebersihan lingkungan yang semuanya menjadikan masyarakat dalam dan luar negeri tertarik, mau datang, dan nyaman saat berada atau mengunjungi Kota Lama Semarang” ujar Boudewijn Goudswaard.

Lebih lanjut menurutnya, pengembangan Kota Lama tidak boleh hanya mengkopi bentuk di masa lalu (dari Belanda) tetapi harus dengan ide-ide kreatif sendiri dan baru karena eranya sudah berbeda. (Sgi)

sumber : krjogja.com

Kategori: