Teknik Sipil Unika Gelar International Conference 2015
Selasa, 3 November 2015 | 14:05 WIB

_DSC0764Didasari oleh prediksi jangka panjang mengenai kepadatan penduduk dimasa datang maka akan memerlukan perluasan lahan ke arah pesisir laut, sehingga dibutuhkan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup yang baik dan kesehatan lingkungan sekitarnya. Inilah yang menjadi perhatian bagi Fakultas Teknik Unika Soegijapranata sekarang ini, dengan memfokuskan pada pembangunan berbahan dasar beton yang memperkuat industri konstruksi untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia disertai inovasi  beton yang ramah lingkungan maka Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) menyelenggarakan ICCI 2015 (International Conference On Concrete and Infrastucture) pada 29 Oktober 2015.

Dalam konferensi ini diundang beberapa narasumber yang ahli dibidang konstruksi dari berbagai negara, diantaranya : Prof. Hiromichi Shirato dari Universitas Kyoto di Jepang, Dr. Abraham Christian dari Universitas Nasional Singapura, Dr. Eng. Rendy Thamrin dari Universitas Andalas di Padang, Dr. Rr. M.I. Retno Susilorini, ST. MT dari Unika Soegijapranata dan Doktorandin dari Universitas Kassel di Jerman.

Konferensi Internasional ini di buka oleh Rektor Unika Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko,. M.Sc, bertempat di ruang teater gedung Thomas Aquinas. Selanjutnya materi pertama disampaikan oleh Prof. Hiromichi Shirato mengenai dampak air garam (air laut) terhadap keawetan dan kekokohan sebuah bangunan, ia banyak melakukan eksperimen di Jepang (negara yang dikelilingi oleh laut) mengenai kadar garam (salinity) dalam pembangunan sebuah infrastruktur, salah satunya pada jembatan yang dibuat untuk menyeberangi laut yang banyak ditemui di daerah Jepang. Bagi Prof. Hiromichi Shirato sangat penting para engineer memikirkan prediksi jangka panjang dalam mendirikan sebuah bangunan.

Materi yang kedua disampaikan oleh  Dr. Abraham Christian, ia menyampaikan mengenai beton berserat dengan panel baja komposit bagian bawah dalam ledakan. Lalu untuk bidang pemodelan dalam penguatan beton bertulang bagian lintas disampaikan oleh Dr. Eng. Rendy Thamrin. Tidak ketinggalan menariknya ternyata madu dan rumput laut sebagai bahan alternatif yang bayak ditemui di Indonesia juga bisa dijadikan campuran untuk meningkatkan kualitas bangunan, materi ini disampaikan oleh Dr.Rr.M.I Retno Susilorini, ST. MT.

Dengan ditambahkannya madu dan rumput laut dalam takaran terhitung mampu meningkatkan kuat tekan mortar sehingga kualitas semen dapat meningkat.

Diharapkan dari seminar ini seluruh ide kreatif dan penelitian yang diungkapkan oleh para narasumber dapat terpublikasikan serta disebarluaskan demi membuka kesempatan bagi lembaga untuk memajukan bidang pembangunan dan infrastruktur untuk kehidupan yang lebih baik. (jow)

Kategori: ,