Pergelaran Kota Lama Dibahas
Selasa, 17 November 2015 | 12:52 WIB

SM 17_11_2015 Pergelaran Kota lama dibahasSEMARANG – Selama tiga hari, Rabu-Jumat (11-13/11), berbagai pihak berkumpul di kafe Teko Deko Koffiehuis Jalan Letjen Soeprapto nomor 44 Kota Lama Semarang.

Mereka membicarakan berbagai hal tentang Kota Lama dan cara memperlakukannya ke depan. Urban Heritage Workshop 2015 kal ini bertajuk ‘’Empowering Partnerships and Understanding Social Impact in Old Town, Semarang.

Digelar atas prakarsa Fakultas Arsitektur dan Desain Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata dan PUM Netherlands Senior Expert berkolaborasi dengan Oen’s Foundation, BPK2L, The Missing Link, and Ertim Conservation Institute.

Pihak yang turut berpartisipasi ialah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, pemilik gedung, kepolisian, komunitas, mahasiswa. Sebagai fasilitator adalah Steef Buijs UPUM), Kriswandhono, dan Eka Pradana.

‘’Dibagi dua grup diskusi. Pemilik gedung bisnis dan komunitas. Serta mahasiswa dan dinas terkait, termasuk kepolisian,’’ kata Panitia Urban Heritage Workshop 2015 Yohanes Khrisna Sdiputra.

Partisipan

Dia menjelaskan, partisipan meliputi pemilik Gedung Spiegel Bistro, pengelola Gereja Blenduk, PT Samudera Indonesia, manajer gedung UKM Jawa Tengah di Taman Srigunting, Komunitas Arsisketur, Komunitas Kokakola, Festival Kota Lama, Kafe Teko Deko, Koalisi Pejalan Kaki Semarang, mahasiswa arsitek Universitas Gajah Mada (UGM) dan Unika Soegijapranata.

‘’Masing-masing bertukar ide tentang bagimana memperlakukan Kota Lama. Kali ini kami fokus di lokasi sekitar Taman Srigunting,’’ tuturnya. Pembicaraan, kata dia, tidak membahas tentang gedung.

Melainkan lebih ke arah perlakuan manusia yang ada di Kota Lama. ‘’Kami sediakan maket bagunan dan denahnya. Jadi yang dibahas sudah tidak bangunan. Tetapi lebih bagaimana keperluan dari Kota Lama sebagai tempat untuk berkumpulnya masyarakat.

Lebih detail hal sehari-hari,’’ jelasnya. Pada hari terakhir, hasil dua grup tersebut dipertemukan. Kemudian saling diselaraskan poin-poin yang dibahas. ‘’Acara ini tidak menetukan keputusan. Hasilnya adalah akan dipertemukan lagi. Memantik pekerjaan untuk Kota Lama selanjutnya,’’ tukasnya. (akv- 91)

sumber : berita.suaramerdeka.com

Kategori: ,