Gaya Yengki Primadona Arsitektur Indonesia Tempo Doeloe
Jumat, 20 November 2015 | 16:19 WIB

Arsitektur YengkiRuang Teater Thomas mendadak dipenuhi oleh mahasiswa program studi Arsitektur untuk menghadiri seminar karya arsitektur dari arsitek ternama di Semarang yaitu Oei Tjong An dan Liem Bwan Djie. Seminar yang diadakan dalam rangka merayakan Dies Natalis Program Studi Arsitektur ke 48 ini menghadirkan para pakar yang ahli dalam bidang arsitektur karya Oei Tjong An dan Liem Bwan Djie. Seminar ini dibagi menjadi dua sesi, yang dimana sesi pertama membahas mengenai sosok Oei Tjong An beserta karyanya oleh Krisna Wariyan dari Tim Riset Yengki serta Adeline Gunawan dai OrArt Oret. Dan kemudian dilanjutkan dengan Sesi dua yang membahas Liem Bwan Djie dan karyanya oleh Ina Setiawati dan Fernando dwi putra yang keduanya terinspirasi mendalami sosok Liem Bwan Djie pada tugas akhir S2.

Oei Tjong An merupakan Arsitektur ternama dari Semarang yang dalam pembuatan desain bangunannya selalu menerapkan sisi seni.  Gaya arsitektur Oei Tjong An yang dahulu saat kuliah mengambil jurusan Seni di Swiss ini sering disebut dengan Yengki. Yengki dikenal dengan gaya arsitektur dengan ada atap yang tumpang tindih dan tembok atau bagian rumah yang miring. Gaya yengki sempat terkenal pada tempo dulu ini menjadi  primadona  pada saat itu. Banyak masyarakat semarang menggunakan rancangan desain arsitektur dari Oei Tjong An untuk menjadi desain rumah maupun bangunannya. Oei Tjong An juga merupakan salah satu pelopor berdirinya Fakultas Teknik Arsitektur Unika Atmajaya Cabang Semarang yang kini menjadi (sekarang Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata).

Gambar Rumah YengkiSosok Arsitek ternama di Semarang  selain Oei Tjong An adalah Liem Bwan Djie. Lim Bwan Djie merupakan sosok yang menginspirasi bagi para arsitek muda. Liem Bwan Djie juga merupakan pelopor desain arsitektur modern di Indonesia. Jika tidak ada sosok beliau Indonesia belum tentu mengenal arsitektur modern. Ia menempuh pendidikan di Belanda mengambil jurusan Teknik Arsitektur. Karena itu desain arsitektur yang dibuat tidak jauh beda dengan perkembangan di Eropa. Pada saat itu Eropa sedang mengalami perkembangan Industri yang pesat sehingga terjadi perubahan perubahan desain bangunan. Pengaplikasian desain arsitektur modern tidak dapat langsung diterapkan di Indonesia dikarenakan perbedaan iklim antara Eropa dan Indonesia, oleh karena itu Liem Bwan Djie melakukan penyesuaian penyesuaian pada desain yang beliau buat untuk dapat diterapkan di Indonesia.

Kehadiran tamu undangan dari para alumni pertama menambah kemeriahan pada seminar. Selain saling bertemu dengan kawan lama dan menanggapi narasumber, para alumni juga  menceritakan aktifitas keseruan masa masa perkuliahan pada jamannya.  Ruang seminarpun terisi dengan gelak canda para alumni yang bernostalgia dengan masa masa kuliah mereka. (Dhn)

Kategori: ,