FAD Unika Napak Tilas Spirit Arsitektur Romo Mangun
Senin, 30 November 2015 | 14:11 WIB

Rm MujiSeminar nasional yang bertajuk “Upaya Menghadirkan Spirit Kaum Papa pada Arsitektur Gereja Katolik” telah terselenggara berkat kerjasama antara Jurusan Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain dengan Keuskupan Agung Semarang (KAS) (23/11). Seminar ini diselenggarakan di ruang Theater lantai 3 Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata, dan dihadiri oleh para mahasiswa, alumni serta para pemerhati dan praktisi arsitektur Indonesia.

Dalam seminar nasional ini, dibahas tentang kekhasan dan filosofi karya arsitektur yang ditampilkan oleh Romo Y.B Mangunwijaya Pr, sebagi seorang rohaniwan yang berhasil menorehkan karya asli bangsa Indonesia kedalam arsitektur bangunan, khususnya gereja di Indonesia.

Romo Mangun yang kerap dijuluki sebagai Bapak Arsitektur Modern Indonesia, karya-karyanya banyak mendapat pengakuan dan penghargaan. Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah Penghargaan Aga Khan untuk Arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektur di dunia berkembang.

Ia juga menerima penghargaan The Ruth and Ralph Erskine Fellowship pada tahun 1995, sebagai bukti dari dedikasinya terhadap wong cilik.

Hasil jerih payahnya untuk mengubah perumahan miskin di sepanjang bantaran  Kali Code adalah salah satu wujud perhatiannya kepada kaum papa miskin dan tersingkir sekaligus membuktikannya sebagai salah satu arsitek terbaik di Indonesia.

Menurut Erwinthon P. Napitupulu, penulis buku tentang Romo Mangun yang diluncurkan pada akhir tahun 2011, Romo Mangun termasuk dalam daftar 10 arsitek Indonesia terbaik.

Foto Bersama KAS UnikaDalam salah satu sesi, menurut pemaparan dari Romo Fx. Muji Sutrisno SJ, sosok Romo Mangun adalah sosok yang menghargai keaslian lingkungan bahkan cenderung berbeda dengan karya designer arsitektur lainnya yang lebih menonjolkan kenyamanan dan prestise. Salah satu pengalaman menarik yang ditunjukkan Romo Mangun adalah selalu tidak menyisakan bahan bangunan dalam merancang bangunan, hal itu sebagai lambang sikap Tuhan yang Maha Baik yang tidak pernah membuang manusia. Begitupula dalam setiap karyanya yang cenderung mengadopsi bahan-bahan yang alami dan tersedia oleh alam setempat juga menjadi kekhasannya serta kaya akan filosofi yang mengagungkan Tuhan dan mengutamakan kerendahhatian diri kita dihadapan Tuhan.

Selain kegiatan Seminar arsitektur, dalam kegiatan ini juga ditandatangani MoU antara Jurusan Arsitektur Fakultas Arsitektur Dan Desain dengan Keuskupan Agung Semarang. (Ign)

Kategori: ,