Arsitektur yang Berpihak Dirindukan
Kamis, 26 November 2015 | 17:03 WIB

KPS 24_11_2015 Arsitektur yang berpihak dirindukanKarya arsitektur yang berpihak kepada mereka yang lemah dan miskin, sebagaimana karya arsitektur Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Romo Mangun, dirindukan.

Arsitektur yang humanis menjadikan sebuah bangunan memiliki makna, tidak sekadar asal jadi. Demikian terungkap dalam seminar Menggali Pemikiran Romo YB Mangunwijaya, Menghadirkan Spirit “Papa Miskin” pada Wajah Arsitektur Indonesia di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Senin (23/11).

Erwinthon P Napitupulu, arsitek yang mendokumentasikan karya Mangun, mencatat, setidaknya ada 82 karya Mangun yang 28 diantaranya adalah bangunan gereja. Bangunan lain adalah wisma, bangunan religius lain, hingga rumah-rumah warga di pinggiran Kali Code, Yogyakarta, yang monumental.

“Pengalaman desain itu penting. Ketika mendesain untuk warga rniskin, ada interaksi yang terbangun, ada komunikasi. Hubungan inilah yang lebih penting dari desain itu sendiri,” ujar Erwinthon yang juga mulai mengikuti jejak Mangun. (UTI)

Kategori: