Tanah Indonesia Sangat Unik
Kamis, 1 Oktober 2015 | 11:27 WIB

Prof Wesley (kanan) saat mengisi Kuliah Umum di Unika (Foto sugeng I)SEMARANG (KRjogja,com)– Perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia tergolong bagus. Para insinyurnya cukup mumpuni dan tidak ketinggalan dengan capaian para insinyur sipil di berbagai negara modern di dunia.

Hal tersebut disampaikan pakar teknik sipil dan dosen University of Auckland, Selandia Baru Prof Laurie Wesley PhD saat tampil sebagai pembicara pada Kuliah Umum di Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang. Kuliah Umum dibuka Dekan Fak Teknik Dr Djoko Suwarno  dengan moderator dosen Teknik Sipil Unika Dr Fx Sugiyanto, Rabu (30/09/2015).

Menurut Prof Laurie Wesley, pencapaian insinyur sipil generasi modern tergolong bagus. Namun sayangnya dewasa ini mereka sangat kurang pengalaman langsung dari lapangan dan laborat karena lebih banyak berkutat dengan komputer sebagai alat bantu utama mereka dalam belajar, menganilis dan mengembangkan ilmu sipil mereka.

“Ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, negara lain seperti Malaysia, India, dan banyak negara lain, insinyur sipilnya semakin berkurang pengalaman lapangan karena peran komputer dalam menganalisis data dan pekerjaan teknik sipil lainnya makin dominan. Padahal kemampuan analisis di lapangan secara langsung dan di lab masih sangat dibutuhkan agar benar-benar mengerti dan tahu kondisi data riil di lapangan dan secara nyata. Kalau di komputer terkadang data analisisnya bersifat generalisasi” ujar Prof Laurie Wesley yang di awal tahun 1960-an pernah bekerja dan tinggal di Bandung selama beberapa tahun sebagai pegawai pemerintah RI di Pekerjaan Umum (PU) Bandung serta melatih para insinyur sipil di pusat-pusat training teknik sipil di Indonesia.

Terkait dengan kondisi geologi tanah di Indonesia, Prof Laurie sangat mengaguminya terutama jenis-jenis tanah yang berada di kota-kota sekitar keberadaan vulkano (pegunungan). Tanah jenis vulkano ini punya karakteristik unik dan positif karena mengandung kadar air cukup tinggi namun kondisinya sangat baik (tidak longsor) saat dibangun bangunan. Tanah vulkano ini memang tidak hanya ada di  Indonesia saja tetapi juga di sejumlah negara seperti Jepang, Chile dan sejumlah negara lainnya. Namun tanah volkano khusus Indonesia tergolong unik dan bagus untuk dibangun.

“Bahkan tanah dengan kemiringan mencapai 35 derajat lebih tidaklah menjadi masalah saat dibangun, ini unik karena tidak longsor akibat jenis tanahnya. Dan tanahnya mengandung kadar air cukup tinggi tetapi uniknya juga tidak masalah untuk dibangun. Bila orang luar negeri yang belum paham akan kondisi tanah di Indonesia tentunya dia akan heran karena kadar air tinggi biasanya untuk luar negeri tidak baik untuk membangun” ujar Prof Laurie Wesley. (Sgi)

sumber : krjogja.com

Kategori: