Ignasius Setyo Budi – Fokus pada hal apa yang Menjadi Tujuan Utamamu
Jumat, 2 Oktober 2015 | 10:00 WIB

juara 3 liga renang mahasiswaDibalik kekurangan pasti ada kelebihan, ungkapan itu sepertinya tidak hanya menjadi isapan jempol belaka. Siapa sangka berawal dari nasehat dokter untuk berenang membuat Ignasius Setyo Budi Utomo, yang akrab disapa Bebeng berhasil menjuarai Liga Mahasiswa Nasional Cabang Renang.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut berhasil menyabet juara 3 dan mendapatkan medali perunggu. Awalnya Pria kelahiran Balikpapan, 14 Januari 1995 ini sejak berusia 5 bulan mengalami kelainan paru-paru, yaitu kondisi paru-parunya berbeda dengan orang normal, sehingga dokter waktu itu  menyarankannya untuk berlatih renang supaya kelainan paru-parunya kembali normal.. Berawal dari kegiatan terapi berenang saat berusia 5 bulan kemudian terapi ini menjadi hobi yang menghasilkan banyak prestasi membanggakan.

Kegiatan perlombaan mulai digelutinya sejak kelas 4 SD, dimulai dari pertandingan tingkat provinsi Kalimantan Timur, dan mendapat juara 3. Tak hanya tingkat Provinsi saja, ia juga pernah bertanding tingkat Nasional dan hasilnyapun sangat membanggakan, ia menyabet juara 1 pada tahun 2006. Namun di tahun selanjutnya, ia terpaksa berhenti di dunia renang, dikarenakan pemerintah Balikpapan tidak bisa mengucurkan biaya. Pelatih renang kota Semarang cukup tanggap melihat peluang itu dan membawa bebeng untuk menjadi atlet Kota Semarang dari 2007 sampai sekarang.

Dari atlet Kota Semarang itu membawa angin segar bagi bebeng karena ia mendapat fasilitas yang baik dan hasilnya pun tak mengecewakan, ia berhasil mengikuti lomba tak hanya di tingkat Nasional, bahkan kejuaraan renang tingkat Asia Tenggara ia pernah rasakan. Di tingkat Asia Tenggara sendiri ia berhasil menyabet juara 1 dan berhasil membuat rekor baru di Brunei Darussalam pada tahun 2013.

Tentu saja raihan juara itu berkat dari motivasi dari orang tua serta pelatihnya yang tak pernah berhenti dan lelah untuk membimbingnya untuk menjadi semakin baik dari hari ke hari. Keinginannya pun tak pernah muluk-muluk, ia ingin membawakan nama baik Orang Tua, Pelatih bahkan Almamaternya, Unika Soegijapranata.  Bebeng sendiri ingin jika setelah lulus nanti dapat membuat dunia renang semakin maju, ia bercita-cita agar  generasi perenang selanjutnya bisa membawa nama bangsa ke tingkat yang lebih tinggi.

Pengalaman pahit yang berbuah prestasi

Dibalik semua pengalaman juara yang indah, ternyata bebeng juga memiliki pengalaman pahit dalam karir renangnya. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2009, ia baru pertama kali mengikuti perlombaan di Luar negeri tepatnya di Malaysia. Ia dijanjikan jika mendapat juara 1, ia akan mendapat bonus dan bisa bergabung di pelatnas (pelatihan nasional). Tapi pada akhirnya ia hanya menyabet juara 3, ia menjadi pesimis dan frustasi karena tidak bisa masuk pelatnas. Karena itu setelah pulang dari Malaysia ke Semarang, tanpa pikir panjang, bebeng memilih kabur. Selama setahun ia hidup di jalanan, bahkan sampai orang tuanya lapor polisi dan pelatihnya ikut mencarinya. Hingga pada saat ia kehabisan uang dan menghubungi orang tuanya kembali, ia menghubungi pelatihnya juga, pelatihnya menangis terharu, karena sebetulnya pelatihnya melihat bukan dari hasilnya, tapi bagaimana bebeng memberikan usaha terbaik dan mengerahkan seluruh tenaganya. Dan dibalik semua itu, meskipun ia juara 3 ternyata tetap bisa bergabung di pelatnas.

Dengan pengalaman seperti itu, bebeng membeberkan tips-tipsnya pada kita yakni  “Jangan pernah takut, Jangan pernah lelah, atau ibaratnya mau mati di garis finish pun tidak apa-apa. Yang penting kita telah menunjukkan usaha kita yang maksimal, terserah mau menang atau kalah. Menang hanya bonus saja dari perjuangan kita. Yang terpenting dari semua itu adalah kita sudah berusaha yang terbaik dan sekuat tenaga. Dan jangan pernah dengarkan kata orang tentang diri kita kalau itu sifatnya tidak membangun diri kita, kita punya hidup dan hidup itu kita yang menjalankan atau memperjuangkan, tetap focus pada apa yang menjadi tujuan awal kita.”  (ign)

Kategori: ,